Polda Sulsel Kerahkan Tiga Water Canon Padamkan Api TPA

0
79
Polda Sulsel Kerahkan Tiga Water Canon Padamkan Api TPA

Makassar, NAWACITA – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan bergerak cepat dengan mengerahkan tiga unit kendaraan taktisnya (rantis) yakni water canon untuk memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Antang Tamangapa Makassar.

“Kebakaran di TPA Antang sudah sejak hari Minggu (15/9) tapi belum padam-padam juga dan kami juga ambil bagian dengan mengerahkan tiga water canon kita,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Rabu.

Tiga kendaraan taktis yang dikerahkan itu milik Satuan Sabhara Polda Sulsel dan dua water canon lainnya milik Brimob Polda Sulsel.

Baca juga: Camat Bantargebang Apresiasi Lomba Abang Empok Cilik

Kombes Dicky mengatakan tiga unit Armor Water Canon (AWC) ini bahu membahu dengan 14 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Makassar dalam memadamkan api di TPA tersebut.

“Pemadaman api di TPA menjadi prioritas karena sudah dua hari tidak padam-padam dan asapnya mengganggu masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, kebakaran di TPA Antang membuat warga setempat maupun pengguna jalan di sekitar Antang maupun Hertasning terancam mengalami gangguan pernapasan.

Kebakaran di TPA Antang Tamangapa pada Minggu (15/9) sekitar pukul 13.30 WITA, membuat warga setempat dan 500 lebih pemulung terancam dengan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Dicky menyebutkan lebih dari 500 pemulung beraktivitas dan menggantungkan hidup setiap hari di bukit-bukit sampah tersebut.

Baca juga: Begini Penjelasan Pemerintah soal Ketiadaan Meja dan Kursi di SDN Jatimulya 09 Bekasi

“Ini merupakan TPA terbesar di Kota Makassar sebab mampu menampung minimal 12 ribu ton sampah per harinya yang berasal dari berbagai sudut di Kota Makassar,” katanya.

Pada kebakaran TPA itu, setidaknya 10 hektare dari total 16,8 hektare lahan tersebut terbakar dan membentuk titik-titik api.

Kepulan asap membumbung tinggi hingga sehari setelah kebakaran tersebut. Meskipun demikian, beberapa pemulung tetap beraktivitas seperti biasa. Memilah-milah sampah seolah tidak khawatir akan terkena percikan api.