UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis Kurang Sosialisasi

39
237
UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis Kurang Sosialisasi
UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis Kurang Sosialisasi

Jakarta, NAWACITA – Undang Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis diharapkan bisa disosialisasikan lebih masif. Komisioner Komnas HAM Amirudin Al Rahab mengatakan, perlu dibangun roadmap yang jelas tentang bagaimana upaya dari pemerintah untuk mensosialisasikan UU tersebut.

Tujuannya, untuk memastikan ke depan pemerintah memiliki roadmap yang jelas terkait UU Diskriminasi Ras, terutama dalam tujuan merawat perdamaian di tanah Papua.

Saat ini, kata Amirudin, diskriminasi paling nyata adalah peristiwa yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Sebab, ribuan mahasiswa Papua memutuskan kembali ke Jayapura karena perasaan tidak aman.

Sementara, Anggota DPD terpilih dari Papua, Yorrys Raweyai berharap adanya solusi agar mahasiswa yang pulang ke Jayapura itu bisa kembali menuntut ilmu.

“Mencari solusi bagi pemuda papua yang pulang pasca konflik, agar terjadi harmonisasi hubungan sosial dengan masyarakat sekitar ketika mereka kembali pulang nanti. Saya kira ini tugas pemerintah untuk memastikan mahasiswa bisa melanjutkan studi dengan nyaman,” tuturnya.

Baca Juga : Warga Ketapang Terserang ISPA Dampak Bencana Kabut Asap

Inisiator Komunitas Anti Diskriminasi Ras dan Etnis, Victro May pun menyatakan hal serupa. Dia menyarankan, pemerintah melalui Menkopolhukam Wiranto bisa melibatkan anggota DPR dan DPD untuk mencari jalan keluar bagi konflik di Papua. (OZ).

Comments are closed.