Peluncuran Mobil ESEMKA Dilaksanakan Hari ini

0
136
Peluncuran Mobil ESEMKA Dilaksanakan Hari ini
Peluncuran Mobil ESEMKA Dilaksanakan Hari ini

Solo, NAWACITA – Lama dinanti, mobil Esemka akhirnya akan segera diluncurkan di Tanah Air pada hari ini. Perusahaan bernama PT Solo Manufaktur Kreasi, sebagai pabrikan Esemka pun memberikan kepastian diperkenalkannya produk pertama mereka yakni sebuah pick up yang diberi nama Bima (6/9/2019).

Peluncuran Esemka dibarengi dengan diperkenalkannya fasilitas dari pabrik produksi tersebut, yang berlokasi di KM 3,5 Sambi-Boyolali, Jawa Tengah. Presiden Joko Widodo tampaknya juga akan menghadiri cara peluncuran mobil tersebut pada hari ini (6/9/2019), guna menunjukkan konsistensi dukungannya terhadap Esemka.

Untuk produk yang akan meluncur seperti yang sudah saya bicarakan beberapa waktu lalu, yakni Bima 1.2 dan Bima 1.3. Kita sudah komitmen soal ini,” ucap Presiden Direktur Esemka, Eddy Wirajaya (Kompas, 5/9/2019).

Bima merupakan model kendaraan niaga ringan yang merupakan fokus awal dari pembuatan mobil Esemka ini. Bermesin bensin, Bima akan menjadi mobil alternatif pesaing merek-merek pengusung mobil pikap yang telah merajai pasar otomotif niaga seperti Mitsubishi, Suzuki dan Daihatsu.

Untuk harga sih menurut Presiden Direktur Esemka, angkanya tidak akan jauh dari Rp 150 juta. Pembuatan mobil niaga ringan adalah wujud komitmen dari visi dan misi Esemka yang ingin menggerakkan roda perekonomian di daerah pinggiran.

Gandeng Pindad

Esemka ternyata pernah mencoba membuat mobil listrik. Prosesnya bahkan sudah sampai tahap prototipe, menggunakan Esemka Digdaya berjenis pikap kabin ganda.

Esemka tidak sendiri, untuk menghasilkan mobil purwarupa full electric tersebut, berkerjasama dengan Pindad, perusahaan plat merah yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mengatakan, dalam kerjasama itu Pindad menyuplai bagian kelistrikan, terutama bagian penggerak motor listrik berjenis BLDC (Brush Less DC electric motor).

“Ya kita memang waktu itu minta untuk kerjasama dengan mereka. Mobil listrik pada dasarnya ada tiga, motornya, baterai dan kontroler. Kita menyuplai untuk bagian motor listriknya, namun kelanjutan kerjasamanya belum ada” kata Abraham Mose.

Padahal secara strategis, produk yang dihasilkan cukup menjanjikan, yaitu mobil listrik buatan Indonesia.

 Sekilas tentang Esemka

Untuk tahap awal Esemka akan fokus pada produksi kendaraan niaga ringan alias pick up karena memiliki visi dan misi yang sejalan dengan Esemka, yakni menggerakan perekonomian daerah-daerah, khususnya wilayah pinggiran.

Bima 1.2 dan 1.3 yang sama-sama menggunakan mesin bensin akan menjadi model pertama yang dilepas ke pasar.

Mobil Esemka awalnya merupakan karya para siswa Jurusan otomotif Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Mobil tersebut menjadi perbincangan publik sejak digunakan sebagai mobil dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta yang saat itu masih dijabat oleh Jokowi dan Hadi Rudyatmo.

Jokowi dan Hadi Rudyatmo menggunakan mobil Kiat Esemka sebagai mobil dinas hanya berlangsung dua hari dan setelah itu dikandangkan karena kelengkapan surat-suratnya belum ada. Para murid SMK itu membuat mobil di bawah bimbingan Sukiyat, pemilik Bengkel Kiat di Klaten.

Sukiyat tidak pernah bermimpi untuk membuat mobil. Ia hanya ingin membantu para siswa Jurusan Otomotif itu untuk melakukan praktik membuat bodi mobil.

Ia mengajari para siswa menggunakan mobil Toyota Crown yang kemudian dibongkar. Lalu, para siswa diajari membuat badan mobil secara manual.

Karena hanya berniat mengajari siswa membuat badan mobil, maka mesin yang digunakan pun sudah jadi. Uniknya, meski aslinya mobil itu sedan, dia mengarahkan siswa untuk membuat bodi Toyota Land Cruiser. Sedan itu pun berubah menjadi mobil sport utility vehicle (SUV).

Tahun 2012, Sukiyat pun dipertemukan dengan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Joko Sutrisno yang tertarik dengan kemampuan Sukiyat dalam suatu acara di Bayat, Klaten.

Dari perjumpaan inilah, bengkel mobil milik Sukiyat menjadi mitra perusahaan dalam program perakitan mobil oleh siswa SMK, yang telah dimulai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beberapa tahun sebelumnya. SMK-SMK pun mengirimkan siswa mereka ke Kiat Motor di Ceper, Klaten, untuk belajar membuat bodi mobil, termasuk bagian interior dan eksterior mobil, serta rangkanya.

Setelah berhasil mengajari siswa membuat miniatur menyerupai badan Toyota Hardtop, ia lantas didampinginya membuat bodi mobil prototipe yang belakangan dinamakan Kiat Esemka. Untuk desain bodi mobil, Sukiyat terinspirasi bentuk Toyota Land Cruiser Prado dan Ford Everest dengan mesin mobil menggunakan hasil rakitan siswa.

Sebagian besar komponen juga dibuat siswa bersama mitra industri. Sebelumnya, muncul rumor Mobil Esemka merupakan rebadge dari mobil China. Namun, kabar tersebut dibantah Eddy Wirajaya. Ia mengatakan pabrik Esemka sendiri sudah memiliki ragam fasilitas untuk memproduksi mobil. Rumor itu muncul karena beberapa model Esemka yang dari segi desain dan bentuk serupa dengan mobil-mobil asal China.