Kapolri : Penarikan Ribuan Personel TNI-Polri di Papua Setelah Aman

0
87
Kapolri : PenarKapolri : Penarikan Ribuan Personel TNI-Polri di Papua Setelah AmanKapolri : Penarikan Ribuan Personel TNI-Polri di Papua Setelah AmanKapolri : Penarikan Ribuan Personel TNI-Polri di Papua Setelah AmanKapolri : Penarikan Ribuan Personel TNI-Polri di Papua Setelah AmanKapolri : Penarikan Ribuan Personel TNI-Polri di Papua Setelah AmanKapolri : Penarikan Ribuan Personel TNI-Polri di Papua Setelah AmanKapolri : Penarikan Ribuan Personel TNI-Polri di Papua Setelah AmanKapolri : Penarikan Ribuan Personel TNI-Polri di Papua Setelah AmanKapolri : Penarikan Ribuan Personel TNI-Polri di Papua Setelah AmanKapolri : Penarikan Ribuan Personel TNI-Polri di Papua Setelah AmanKapolri : Penarikan Ribuan Personel TNI-Polri di Papua Setelah Amanikan Ribuan Personel TNI-Polri di Papua Setelah AmanKapolri : Penarikan Ribuan Personel TNI-Polri di Papua Setelah Aman
Kapolri : Penarikan Ribuan Personel TNI-Polri di Papua Setelah Aman

Jayapura, NAWACITA – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebut bahwa belum ada rencana penarikan personel TNI-Polri yang saat ini masih bertugas melakukan pengamanan di Papua.

“Sampai saat ini belum dipastikan kapan ribuan personel TNI-Polri ditarik,” ujar Kapolri, dilansir dari laman Antaranews, Jumat (6/9/19).

Pengerahan pasukan itu dilakukan guna menghindari terjadinya konflik yang semakin meluas sehingga situasi terkendali dan masyarakat merasa negara ada di tengah mereka dan adanya jaminan keamanan.

“Bagi yang ingin melakukan kerusuhan berpikir, sambil aparat keamanan melakukan penegakan hukum,” kata Kapolri.

Ia menyatakan rasa syukurnya karena situasi di Papua dan Papua Barat hingga kini relatif terkendali dan aman. “Terima kasih banyak kepada pemda, tokoh-tokoh dari berbagai etnis, tokoh agama yang sudah ikut berkontribusi menjaga keamanan yang sudah ada dan mari kita menjaga keamanan,” ucap mantan Kapolda Papua itu.

Hingga kini pihaknya masih memonitor dinamika yang terjadi dan bagaimana peta permasalahan yang ada di sana. Menurutnya, persoalan di Papua hanya dapat diselesaikan bila ada kebersamaan.

Baca Juga : Presiden Joko Widodo Serahkan SK Hijau

“Tuhan YME menciptakan negara kita dengan penuh keberagaman, suku, agama dan ras, jangan sampai ini menjadi pemecah,” ujar dia.

Sebelumnya, penandatanganan deklarasi kesepakatan dalam rangka menjaga Papua Tanah Damai digelar di Jayapura tadi malam. Deklarasi itu ditandatangani oleh para tokoh masyarakat, agama, dan pemuda serta diakhiri tanda tangan oleh Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yoshua Sembiring dan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Adapun isi dari deklarasi adalah:

(1) Menjaga kesatuan dan persatuan di Tanah Papua

(2) Hidup berdampingan rukun, damai dengan penuh kasih sayang

(3) Sepakat dengan tidak terpengaruh isu-isu yang tidak benar

(4) Sepakat menolak kelompok radikal dan separatis di Tanah Papua.(OZ).