Diduga Overdosis, Jenazah TKW di Yordania diantar ke Cianjur

0
174
Diduga Overdosis, Jenazah TKW di Yordania diantar ke Cianjur
Diduga Overdosis, Jenazah TKW di Yordania diantar ke Cianjur

Cianjur, NAWACITA – Ani Binti Iin (36) Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Cianjur, Jawa Barat, pulang dalam keadaan meninggal dunia. Keluarga meragukan penyebab kematian korban yang disebut karena overdosis obat.

Jasad Ani tiba di rumah duka Kampung Cidalung RT 07 RW 03, Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur pada Sabtu (30/8/2019) dini hari. Sebelumnya keluarga sudah mendapat kabar kematian Ani pada Jumat (9/8/2019).

“Sebelumnya keluarga hilang komunikasi dengan Ani. Bahkan selama sembilan tahun bekerja di Yordania, Ani tidak pernah memberi kabar. Tiba-tiba pihak keluarga hanya mendapat keterangan melalui pesan WhatsApp dari Disnakertrans Cianjur perihal kematian Ani,” kata Ali Hildan, Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan, Minggu (1/9/2019).

Ali menambahkan, jasad Ani hanya diantar muspika Kecamatan Naringgul,Kabid Dinaskertnas Cianjur, Pemerintah Desa dan masyarakat Kampung Cidalung, Desa Wangunsari.

“Biasanya dari PWNI Kementrian Luar Negeri atau petugas BNP2TKI ikut hadir mengantarkan, ini enggak ada. Ada yang menyebut kalau almarhumah Ani tidak punya majikan (kaburan), kalau seperti itu pasti dia enggak ada paspor lah itu paspor ada, paspor TKI 24 halaman,” ujarnya.

Saat ini Ali yang mewakili keluarga menunggu surat keterangan kematian yang bisa menjelaskan kematian korban. Karena menurutnya hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman mengenai penyebab kematian yang pasti.

Pihak keluarga disebut Ali pernah memperlihatkan pesan WhatsApp yang isinya ada 13 poin tentang kronologis kematian Ani. Poin yang diingat keluarga adalah Ani meninggal di depan gedung, ditemukan polisi dan dibawa ke rumah sakit.

“Dia dikatakan tidak punya majikan, ada kejanggalan punya kenalan dengan orang Mesir dan ditemukan meninggal setelah tiga hari keluar dari rumah orang Mesir tersebut,” katanya.

Ali mengatakan, ia membantu kepulangan Ani karena keluarga ingin jenazah dibawa ke tanah air. Astakira sebagai kuasa dari keluarga ingin tahu penyebab meninggalnya almarhum, sesuai keinginan keluarga penjelasan penyebab kematian harus rinci.

“Tak ada surat resmi yang dikirimkan hanya mendapat informasi melalui WhatsApp diduga overdosis obat,” katanya.

Menurut Ali, seharusnya pemerintah bisa melacak keberadaan majikan Ani. “Ini tak jelas. Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mengusut tuntas termasuk haknya, saya meminta KBRI mengusut tuntas,” ujarnya.