Sosok “Ternyinyir” di balik Pemindahan Ibu Kota

0
11
Sosok “Ternyinyir” di balik Pemindahan Ibu Kota
Sosok “Ternyinyir” di balik Pemindahan Ibu Kota

Jakarta, NAWACITA – Presiden RI, Jokowi secara resmi mengumumkan Provinsi Kalimantan Timur sebagai lokasi ibu kota baru. Ibu kota terletak di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur dihujani kritik keras dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon sekaligus Wakil Ketua Gerindra ini. Sejak rencana pemindahan itu disinggung Jokowi dalam sidang tahunan MPR/DPR, Fadli sudah menyatakan ketidaksetujuannya (29/8/2019).

Surat Jokowi terkait pemindahan ibu kota itu kemudian diserahkan kepada DPR. Surat itu dibacakan dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (27/8) dan selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai tata tertib DPR.

Fadli mengatakan bukan tak mungkin rencana pemindahan ibu kota bakal gagal. Alasannya, ia menilai kajian atas keputusan tersebut amatiran. Harusnya Jokowi itu buat referendum.

“Bisa (berubah) dong. Bisa saja tetap di Jakarta kok. Apalagi tiba-tiba nanti tahun depan urusannya udah lain, mati listrik lagi misalnya. Kemudian apa, orang juga lupa ya kan. Nanti lihat saja lah apa yang saya omongin hari ini,” kata Fadli, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/8)

Politikus Gerindra itu menganggap Jokowi terlalu tergesa-gesa dalam menetapkan keputusan pemindahan ibu kota. Menurut Fadli, pemindahan ibu kota itu hanya cara Jokowi agar dikenang masyarakat.

“Apalagi kelihatan bahwa presiden ini tergesa-gesa. Saya baca statement-nya diharapkan tahun 2023-2024 (selesai). Mungkin berharap ini menjadi legacy di masa pemerintahannya. Jadi ada yang ditinggalkan, ada yang dikenang gitu,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here