3 kali diundur, Anies masih Menanti “Pengantin” yang tak Kunjung Datang

0
156
3 kali diundur, Anies masih Menanti “Pengantin” yang tak Kunjung Datang
3 kali diundur, Anies masih Menanti “Pengantin” yang tak Kunjung Datang

Jakarta, NAWACITA – Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS Abdurrahman Suhaimi mengatakan, pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta di tangan DPRD DKI periode 2019 – 2024 harusnya bisa diselesaikan hanya dalam sebulan jika memang dikerjakan secara cepat. Rapat pimpinan gabungan (rapimgab) untuk membahas draf tatib ini diketahui telah diundur sebanyak tiga kali. Rabu (28/8/2019).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap kepada anggota DPRD DKI yang baru saja dilantik untuk segera melakukan penuntasan pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta.

“Saya harap mudah-mudahan pansus yang kemarin sudah ada berproses bisa disegerakan tuntasnya, sehingga nama (calon wagub) bisa langsung disidangkan di dewan. Sehingga kita bisa memiliki wakil,” kata Anies.

Anies mengatakan, penentuan waktu pemilihan wagub ada di tangan dewan yang menjabat saat ini.

Namun, ia berharap pemilihan dapat dilaksanakan segera pada masa awal jabatan anggota DPRD DKI Jakarta.

Namun, proses tersebut akan cukup lama karena rapat paripurna untuk pimpinan fraksi baru digelar 17 September 2019.

“Kalau perlu sebulan selesai. Tapi kan gini rasionalnya harus pembentukan alat kelengkapan Dewan dulu dan ini berproses,” ucap Suhaimi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Lalu dilanjutkan pembentukan alat kelengkapan Dewan (AKD), yaitu komisi A hingga E.

“Kalau sudah pembentukan fraksi baru pembentukan AKD. Siapa yang duduk di komisi A, B, C, D, E kalau sudah baru bisa dibentuk pansus,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Non Definitif (sementara) Syarif berjanji, pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta akan diprioritaskan.

Bahkan, menurut dia, pemilihan wagub tersebut harus terlaksana sebelum akhir 2019.

“Masuk prioritas, sebelum tutup tahun jangan sampai Desember,” kata dia.

Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga saat ini belum juga dapat terlaksana atau molor.

Padahal draf tata tertib pemilihan Wagub DKI Jakarta sudah selesai disusun pada Selasa (9/7/2019) lalu.

Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014 – 2019 atau periode sebelumnya menyerahkan pemilihan tersebut ke tangan anggota baru.

Adapun, kursi wagub telah kosong sejak 10 Agustus 2019 semenjak ditinggalkan oleh Sandiaga Uno yang maju sebagai calon wakil presiden.