Menkominfo RI: Kabar Hoax masih Merajalela, Alasan Pemerintah Blokir Internet di Papua dan Papua Barat
Menkominfo RI: Kabar Hoax masih Merajalela, Alasan Pemerintah Blokir Internet di Papua dan Papua Barat

Jakarta, NAWACITA – Pemerintah belum bisa memastikan kapan blokir akses internet di Papua dan Papua Barat dicabut. Menteri Komunikasi dan Informatika ( Menkominfo) Rudiantara pun meminta maaf akan hal itu (25/8/2019).

“Saya bersimpati kepada saudara-saudara kita di Papua. Saya mohon maaf kalau memang (pemblokiran akses layanan data) ini turut memberi dampak”. Menurutnya, propaganda di dunia maya di dua provinsi tersebut belum berhenti meski diakuinya suasana sudah kondusif.

Propaganda yang ia maksud tak hanya terjadi di lingkup nasional tapi sudah menyebar ke dunia internasional. Rudiantara menjelaskan, mayoritas konten yang disebar di dunia maya bertentangan dengan hukum, antara lain, memprovokasi, menghasut, bahkan mengadu domba. Itulah alasannya mengapa blokir internet belum kunjung dicabut. “Saya berharap bisa secepatnya (dicabut). Namun masih belum ada indikasi dari sisi waktu sampai sekarang,” katanya.

Sebelumnya, Rudiantara mengatakan, kabar hoaks tentang kerusuhan di Papua dan Papua Barat disebut masih banyak beredar di masyarakat. Salah satu persebarannya adalah melalui pesan pendek atau SMS.

Pada Kamis (22/8/2019) malam lalu, dirinya mengaku menerima SMS berantai yang isinya mengajak warga untuk berkumpul di Jayapura untuk menggelar aksi protes pada Jumat pagi. “SMS tersebut menyebar hingga ke luar Papua,” kata Rudiantara saat menghadiri perhelatan e-sport bertajuk “Games Land Party” di Surabaya, Sabtu (24/8/2019).

Baca juga :  Jangan Terprovokasi, Menkopolhukam Mahfud MD Tegaskan Seruan Pembubaran MUI Tidak Relevan

Comments are closed.