Selain Sumatera, Ancaman Terorisme Terpusat di Pulau Jawa

0
12
The Habibie Center: Selain Sumatera, Ancaman Terorisme Terpusat di Pulau Jawa
The Habibie Center: Selain Sumatera, Ancaman Terorisme Terpusat di Pulau Jawa

Jakarta, NAWACITA – Berdasarkan hasil kajian The Habibie Center (THC), pola kekerasan dan ancaman terorisme di Indonesia sepanjang 2017-2018 terpusat di Pulau Jawa.

“Insiden terorisme di Indonesia sangat terpusat di Pulau Jawa. Sepanjang 2017-2018, sebagian besar atau 70 persen insiden terorisme terjadi di Jawa, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” ujar Direktur Program dan Riset THC Muhammad Hasan Ansori dalam diskusi dan peluncuran buku “Memberantas Terorisme di Indonesia: Praktik, Kebijakan, dan Tantangan” di Hotel Century, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2019).

Maka dari itu, kata Hasan, upaya pencegahan terorisme terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sebanyak 68 persen kegiatan pencegahan terorisme berlokasi di provinsi-provinsi di Pulau Jawa.

Hasan juga mengatakan, ada empat provinsi yang sangat dominan dalam kegiatan pecegahan, yakni DKI Jakarta (60 kegiatan), Jawa Timur (27 kegiatan), Jawa Barat (24 kegiatan), dan Jawa Tengah (22 kegiatan).

Adapun wilayah lain di luar Jawa yang jumlah kegiatan pencegahan terorismenya cukup signifikan yakni Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Sedangkan wilayah yang tidak mendapatkan sentuhan kegiatan-kegiatan pencegahan adalah Papua dan Papua Barat,” ujar Hasan.

Ia juga menyampaikan, pencegahan terorisme di Indonesia masih dominan dilakukan pemerintah, terutama pemerintah pusat.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjadi salah satu aktor dominan dalam upaya pencegahan.

“51 persen atau 106 kegiatan pencegahan dilakukan BNPT di berbagai wilayah di Indonesia selama dua tahun terakhir,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here