Anies Baswedan: Mengendalikan Kualitas Udara dengan cara Menaikkan Tarif Parkir

1
182
Anies Baswedan: Mengendalikan Kualitas Udara dengan cara Menaikkan Tarif Parkir
Anies Baswedan: Mengendalikan Kualitas Udara dengan cara Menaikkan Tarif Parkir

Jakarta, NAWACITA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara pada 1 Agustus lalu.

Untuk merealisasikan perbaikan kualitas udara di DKI itu, salah satu poin yang ditekankan yakni dengan menaikkan tarif parkir di Jakarta melalui revisi Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2017. Dengan kenaikan tarif parkir itu, harapannya masyarakat pengguna kendaraan pribadi bisa beralih ke transportasi umum agar polusi udara dari kendaraan berkurang.

Poin kenaikan tarif parkir itu berbunyi ‘Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, agar menyiapkan penerbitan revisi Peraturan Gubernur tentang Tarif Parkir pada tahun 2019’.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan kenaikan tarif masih dalam pembahasan. Meski begitu, ia memastikan tarif parkir di Jakarta naik pada tahun ini, tanpa menyebut kapan pastinya.

Syafrin menyebut, kenaikan tarif nantinya disesuaikan dengan keadaan lalu lintas di jalan. Adapun merujuk pada Pergub 31/2017, tarif parkir untuk mobil ditetapkan minimal Rp 3.000 dan maksimal Rp 12 ribu per jam, sementara motor Rp 2.000 sampai Rp 6.000 per jam.

“Kalau tarif parkir kita akan progresif. Jadi kita akan adjust. Memang Pak Gubernur akan menetapkan range-nya dari A sampai Z misalnya. Kemudian dari situasional di lapangan saya akan tetapkan berapa price-nya,” kata Syafrin di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (20/8).

Ia mengatakan, tarif baru tersebut akan diterapkan pada lokasi parkir yang dikelola oleh Dishub DKI Jakarta. Namun nantinya, juga berlaku juga di lokasi parkir yang dikelola swasta.

“Parkir sekarang yang dikelola oleh Dishub, on street, dan pelataran yang dikelola oleh Dishub. Nanti yang dikelola oleh swasta itu menyusul. Sedang dalam kajian,” kata Syafrin, sebagaimana dilansir dari kmprc.

Syafrin menambahkan, penerapan tarif parkir yang baru juga untuk melengkapi sistem ganjil genap yang kini diperluas ke beberapa ruas.

Comments are closed.