Ratu di Twitter, Menteri Susi memiliki 3 juta Followers

0
207
Ratu di Twitter, Menteri Susi memiliki 3 juta Followers
Ratu di Twitter, Menteri Susi memiliki 3 juta Followers

Jakarta, NAWACITA – Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2), Rustika Herlambang, menjelaskan, dari total jumlah percakapan sebesar 2.989.714 percakapan, diketahui sebagian besar menunjukkan Susi Pudjiastuti sebagai menteri paling terpopuler di Twitter. “Susi Pudjiastuti menempati urutan pertama dengan jumlah percakapan sebesar 653.052 cuitan,” kata Rustika, seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Riset yang dilakukan oleh Indonesia Indicator menyebutkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti adalah menteri paling termasyhur di media sosial Twitter. Hal ini didapat dari hasil pantauan terhadap seluruh aktivitas netizen (warganet) terkait perbincangan mengenai menteri-menteri Kabinet Jokowi-Jusuf Kalla di semester pertama 2019, mulai 1 Januari 2019 hingga 25 Juli 2019.

Percakapan itu berasal dari berbagai isu kebijakan terkait perikanan, sikap Susi yang sering dibela warga netizen Twitter, hingga sikap personal Susi yang menarik hati dan memberi inspirasi.

Hal ini dilihat dari emosi yang ditujukan pada percakapan Susi didominasi oleh emosi Trust (mendukung), Anticipation (harapan, saran, masukan, ajakan mendukung, dsb), dan Joy. Adapun jumlah netizen yang merespons Susi sebanyak 128.241 akun.

Posisi kedua ditempati Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto dengan 405.747 cuitan. Menteri termasyhur ketiga di Twitter diduduki oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dengan 366.618 cuitan. “Perhatian netizen pada Wiranto dan Luhut lebih banyak dipicu dari isu seputar bidang politik, hukum, keamanan dan pertahanan,” kata Rustika.

Beberapa tagar politik yang cukup popular pada saat kontestasi pilpres acap dilekatkan dengan dua nama ini. Adapun jumlah akun yang merespons Wiranto sejumlah 47.247 akun, sementara Luhut 47.371 akun.

Dua nama ini direspons dengan berbagai emosi, seperti dukungan, harapan, namun juga kekecewaan atau kemarahan. Hal ini dikaitkan dengan situasi kontestasi pilpres, dimana dua jenderal ini dianggap bertanggung jawab atas situasi keamanan.