Kekuatan dibalik Wacana Pembubaran FPI Oleh Jokowi

0
607

Jakarta, NAWACITA – Pengamat Politik dan Ekonomi, Iwan Siswo  mengatakan bahwa ada kemungkinan sosok jendral yang berada di belakang FPI, sehingga wacana pembubaran ormas Font Pembela Islam itu selalu terhambat (7/8/2019)

Siswo menilai pernyataan Presiden Joko Widodo terkait pembubaran ormas Font Pembela Islam dalam wawancara Media Asing pekan lalu, hanya sebatas wacana semata untuk meredakan suhu politik atas tuntutan masyarakat pasca Pilpres 2019.

“Masih tampak adanya suatu keraguan hingga ketakutan pemerintah dalam mengambil putusan untuk membubarkan ormas radikal yang berasaskan khilafah tersebut”, ucap Siswo.

FPI ibaratnya sebagai ormas yang mempunyai kekuatan dahsyat, sehingga dalam perjalanannya belum ada Kepala Negara yang berani  membububarkan ormas tersebut. Semuanya masih dalam wacana saja,” jelasnya.

Politisi PDIP ini menceritakan kilas balik berdirinya FPI pada tahun 1999 menjadi ormas yang berjasa besar sebagai pasukan pengaman masyarakat masa transisi era Soeharto ke Habibie. “FPI membantu memobilisasi 100 ribu massa yang tergabung dalam Pam Swakarsa, untuk melindungi transisi pemerintahan dari Soeharto ke Habibie di akhir tahun 1999.

Lebih lanjut, Siswo menjelaskan isi artikel berjudul “Muslim Democrats and Islamist Violence in Post-Soeharto Indonesia”, Robert W Hefner yang menyebut peran Wiranto dalam membesarkan Front Pembela Islam, saat beliau memegang jabatan sebagai Panglima TNI.

Keberadaan Wiranto di Kabinet Kerja Jokowi, sambungnya, bisa menjadi suatu alasan kuat bagi Pemerintah belum berani memutuskan terkat Pembubaran FPI hingga saat ini.

“Ini sekedar praduga saja alias opini publik, kenapa Presiden Jokowi belum berani dengan tegas mengeluarkan SK Pembubaran FPI. Dan alasan ini bagi saya sangat masuk akal,” ujar Siswo.

Untuk itu, Siswo sangat berharap sebelum memasuki periode kedua Presiden Jokowi, agar bisa Indonesia terbebas dari paham radikal seperti FPI yang mengaungkan NKRI bersyariah atas dasar konsep Khilafah.

“Bagi saya, membubarkan Ormas FPI sesegera mungkin sebelum Jokowi dilantik sebagai Presiden Dua Periode, menjadi langkah tepat dalam meningkatkan stabilitas keamanan nasional dan menjaga ideologi bangsa Pancasila dari rongrongan kaum radikal,”pungkasnya.

Sanggupkah Presiden Jokowi melakukannya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here