Fakta-fakta Tentang Mbah Moen,Kyai Karismatis yang Jadi Rujukan Politisi

0
88

Jakarta,NAWACITA- KH Maimun Zubair atau dikenal dengan nama Mbah Moen wafat di MeKkah. Mbah Moen yang akan menunaikan ibadah haji di Makkah, wafat saat hendak sholat tahajud. Kabar wafatnya Mbah Moen membawa duka bagi masyarakat Indonesia di Tanah Air. Beliau merupakan seorang ulama kharismatik asal Rembang dan seorang politisi era 70-an.berikut fakta-fakta Maimun Zubair yang dirangkum dari berbagai sumber :

1. Anak Ulama

Mbah Moen lahir di Sarang, Rembang, pada 28 Oktober 1928. Maimun Zubair merupakan putra dari Kiai Zubair, Sarang, seorang alim dan faqih.Kedalaman ilmu dari orang tuanya, menjadi basis pendidikan agama Maimun Zubair sangat kuat. Kemudian, ia meneruskan mengajinya di Pesantren Lirboyo, Kediri.

2. Maimun Zubair Muda

Saat masih muda, sekitar 17 tahun, Mbah Moen sudah hafal di luar kepala kitab-kitab nadzam, di antaranya Al-Jurumiyyah, Imrithi, Alfiyyah Ibnu Malik, Matan Jauharotut Tauhid, Sullamul Munauroq, serta Rohabiyyah fil Faroidl. Seiring pula dengan kepiawaiannya melahap kitab-kitab fiqh madzhab Asy-Syafi’I, semisal Fathul Qorib, Fathul Mu’in, Fathul Wahhab, dan lain sebagainya.Mbah Moen diasuh langsung oleh ayahnya. Kecemerlangan demi kecermelangan tidak heran menghiasi langkahnya menuju dewasa.

3. Pimpinan Pondok Pesantren

Kiai sepuh ini merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Mbah Moen juga pernah menjabat sebagai Ketua Syuriah NU Provinsi Jawa Tengah pada tahun 1985 hingga 1990.

Tak hanya mentok menjadi tokoh NU, Mbah Moen juga pernah melebarkan sayap ke dunia internasional dengan menjadi utusan Indonesia dalam Majelis Ijtima Ulama Nusantara kedua di Malaysia pada tahun 2000. Beliau menjadi anggota ICIS (International Conference of Islamic Scholars) dari Indonesia yang diutus ke Uzbekistan pada tahun 2010.

4. Mantan Anggota MPR

Sebagai seorang politisi, karier Mbah Moen juga tak bisa dianggap remeh. Dia pernah menjadi anggota DPRD tingkat II Rembang selama 7 tahun, dari tahun 1971 hingga 1978.

Mbah Moen juga sempat merasakan kursi anggota MPR RI dari utusan Jawa Tengah pada tahun 1987 hingga 1999. Saat ini, Mbah Moen merupakan Ketua Majelis Syariah PPP mulai tahun 2004.

5. Jadi Rebutan Politisi

Saat momen pilpres lalu, para politisi termasuk para capres berebut restunya. Bahkan sempat viral dan menjadi buah bibir di masyarakat tentang video Zubair dalam doanya yang salah menyebut nama tokoh capres.

Mbah Moen yang saat itu sedang duduk bersama Jokowi, justru mendoakan Prabowo. Hal itu kemudian membuat Romahurmuziy yang berada di belakang Mbah Moen, dengan sigap memberitahu kesalahan nama tersebut.

Momentum kepeleset lidah Maimun Zubair yang malah mendoakan Prabowo, sempat menjadi polemik di kalangan masyarakat. Namun, menyadari dirinya salah ucap, Mbah Moen buru-buru menjelaskan maksud dari salah doanya tersebut.

“Jadi kalau saya luput (salah) sudah tua, saya umur 90 lebih,” tutur Mbah Moen.