Bangkok, NAWACITA – Delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Luar Negeri Retno Marsudi turut hadir dalam Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN ke-52 yang digelar di Bangkok, Thailand, Rabu (31/7).

Retno tiba di lokasi pukul 09.02 waktu setempat. Acara dimulai menyanyikan lagu kebangsaan Thailand. Acara kemudian dilanjutkan dengan pidato pembukaan dari Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha.

Usai pidato pembukaan dari PM Thailand Prayut, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Menlu Thailand Don Pramudwinai. Dalam sambutannya, Don mengatakan ASEAN akan menemui sejumlah tantangan.

Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang baik antara negara ASEAN untuk menangani tantangan tersebut.

“Sangat diperlukan koordinasi dan kerja sama yang baik antara kita, agar kita dapat mengatasi tantangan itu bersama-sama,” kata Don di CentralWorld, Bangkok, Thailand.

Sebelum upacara pembukaan, Retno telah melakukan serangkaian kegiatan. Beberapa di antaranya adalah melakukan pertemuan bilateral dengan China dan Vietnam.

Dalam pertemuan bilateral itu, sejumlah dibahas sejumlah isu. Di antaranya isu pernikahan kontrak yang melibatkan 18 WNI di Pontianak ke China, sengketa Laut China Selatan, hingga delimitasi perbatasan Indonesia – Vietnam yang selama ini menimbulkan ketegangan antara kedua negara seperti dilansir dari kumparancom.

Sementara dalam agenda yang akan berlangsung sejak hari ini hingga Sabtu (3/8), sejumlah hal akan dibahas oleh negara-negara ASEAN.

Di antaranya masalah Laut China Selatan, nuklir, hingga masalah Rohingya yang juga menjadi perhatian ASEAN selama beberapa waktu terakhir.

Baca juga :  Presiden Jokowi Ajak Negara G20 “Perang” Lawan Covid-19 dan Pelemahan Ekonomi Dunia

Comments are closed.