Jakarta, NAWACITA- Seorang pria dengan gangguan jiwa tewas usai lompat dari tower Base Transceiver Station (BTS) di kawasan Condet, Jakarta Timur, Jumat (26/7) sekitar pukul 11.30 WIB. Korban berinisial F dan berusia sekitar 43 tahun.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan F memanjat pagar pengaman tower BTS untuk masuk. Selanjutnya dia menaiki tower hingga puncak dan terjun dari ketinggian puluhan meter.

“Sekitar jam 11.30 WIB, korban dan keponakannya melintas TKP dan korban memanjat pagar tower untuk masuk ke area tower itu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (26/7).

Argo mengatakan F sudah ditegur oleh seorang saksi berinisial B dan melarang F masuk ke area tower. Namun B justu dimarahi oleh keponakan F.

Saat itu, F langsung menaiki tower dengan ketinggian hampir mencapai 50 meter. Tak hanya B, saksi lain berinisial S juga meneriaki F dan memintanya untuk turun. Namun lagi-lagi mereka dimarahi oleh keponakan F.

“Setelah korban menaiki tower saksi ibu B dan ibu S menyuruh turun namun para saksi malah dimarahi oleh keponakan korban,” tuturnya.

F yang sudah berada di puncak tower pun langsung lompat. Dia langsung tewas di tempat dengan luka parah.”Dan tak lama berselang korban meloncat dari tower BTS tersebut yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ucap Argo.

Dari keterangan B dan S, kata Argo, F diduga mengalami gangguan kejiwaan.

 

Baca juga :  Baru 46% dari 126 juta bidang tanah di Indonesia Miliki Sertifikat