JK Minta BPJS TK, Dapat Bantu BPJS Kesehatan

0
150
JAKARTA, 28/1 KOORDINASI NASIONAL- Mantan Wakil Presiden yang juga majelis penasehat KAHMI Jusuf Kalla memberikan pidatonya sekaligus membuka rapat koordinasi nasional KAHMI 2011 bertema "Menegakkan Kedaulatan Negara Mewujudkan Keadilan Sosial" di Jakarta, Jumat (28/1). Rakornas KAHMI dihadiri sejumlah anggota dan mantan anggota KAHMI. FOTO SINDO/EKO PURWANTO

Jakarta, NAWACITA- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta BPJS Ketenagakerjaan (TK)untuk dapat membantu BPJS Kesehatan yang terus mengalami defisit.

JK menilai defisit BPJS Kesehatan yang sudah terlalu tinggi akan membebani keuangan negara. Sementara itu, kemampuan pemerintah menutup defisit tersebut juga ada batasnya.

“Apabila satu pihak banyak dana, satu pihak defisit, bebannya ke negara, pemerintah. Ke pemerintah ada batasnya,” ujar JK

di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (3/7).

JK pun memuji pengelolaan BPJS TK dan memintanya bekerja sama dengan BPJS Kesehatan yang terlilit defisit keuangan.

“Walaupun kenyataannya BPJS TK-lah yang mempunyai karya yang sangat besar, di satu sisi BPJS Kesehatan mengalami defisit terus-menerus. Harus ada kerja sama yang baik,” imbuh JK.

Diketahui, BPJS Kesehatan terus mengalami defisit berkepanjangan dan harus dibantu oleh pemerintah. Hingga 5 Desember 2018, pemerintah telah menggelontorkan dana Rp 52 triliun hanya untuk membantu defisit BPJS Kesehatan.

JK berharap jika kerja sama itu terjalin dapat mewujudkan keinginan pemerintah memberikan kesejahteraan rakyat secara adil.

“Kerjasama yang baik antara BPJS Ketenagakerjaan dan juga BPJS Kesehatan tentu merupakan suatu langkah-langkah untuk mensejahterahkan semua,” kata JK.