Imam Besar Istiqlal: Yang Berbeda Pendapat Saat Pemilu Baiknya Saling Memaafkan

1
227

Jakarta, NAWACITA – Momentum Bulan Ramadhan dan Idul Fitri harus dipergunakan sebaik-baiknya oleh semua Umat Islam. Termasuk bagi mereka atau politisi yang berbeda pandangan politik pada Pemilu 2019 lalu.

Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Dr KH Nasaruddin Umar menekankan, Bulan Ramadhan dan Idul Fitri tahun 1440 Hijriah ini sangatlah istimewa. Pasalnya didahului dengan pesta rakyat lima tahunan seperti Pilpres maupun Pileg.

“Lebaran tahun ini punya kekhususan. Karena sebelum lebaran ataupun ramadhan kan kita menyelenggarakan Pemilu,” katanya kepada Radio Republik Indonesia dalam sambungan telepon, Rabu (5/6/2019).

Untuk itu, lanjut Kiyai Nasaruddin, semua pihak yang semula berbeda pandangan politiknya mesti menggunakan momen hari raya Umat Islam itu sebagaai sarana untuk saling bermaaf-maafan.

“Okelah kita ketika pemilu yang lalu kita berbeda pendapat, tapi dengan adanya ramadhan dan Idul Fitri ini, sangat tepat waktu untuk menjembatani perbedaan, melunturkan semuanya yang tadinya keras, meluruskan yang bengkok, kemudian mencairkan yang beku. Inilah fungsinya ramadhan,” pungkasnya.

Comments are closed.