Yasonna H. Laoli Bakal Bangun Rutan Siak Yang Baru Pasca Terbakar

2
249

Pekanbaru, NAWACITA – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly, tiba di Pekanbaru, Riau, Senin (13/5/2019). Didampingi Gubernur Riau Drs H. Syamsuar MS.i, menteri bertolak ke Siak untuk mengecek kondisi Rutan Klas II B Siak pasca kerusuhan dan pembakaran oleh para napi 2 hari lalu.

“Saya mau melihat kondisi Rutan Siak. Beberapa waktu lalu terjadi kerusuhan, mengakibatkan banyak napi yang kabur. Sisa 10 napi yang belum ditangkap,” ujar Yasonna H. Laoli.

Yasona H. Laoli meminta bantuan kepolisian untuk menangkap kembali sisa napi yang masih bekeliaran tersebut. Sementara para napi yang sudah ditangkap dan yang tidak ikut melarikan diri, dipindahkan ke berbagai lapas dan rutan yang ada di Riau. Sebab, kondisi Rutan Siak sudah tidak bisa dipakai lagi, pasca pembakaran yang diduga dilakukan para napi dan tahanan.

“Ada juga napi yang masih di Rumah Sakit dan di Polsek. Nanti yang akan ditangkap lagi akan dibawa ke lapas lainnya,” kata Yasonna H. Laoli.

Usai melihat kondisi Rutan Siak, kepada wartawan Yasonna H. Laoli menyebutkan, dia menyesalkan apa yang telah terjadi. Menurutnya, peristiwa yang sama bukan kali pertama terjadi di negeri ini.

“Hal fundamental di Rutan Sik ini adalah persoalan kelebihan kapasitas, di sini hampir 500 persen,” kata Yasonna H. Laoli.

Yasonna menegaskan, Rutan ini harus segera diperbaiki sambil menunggu proses pembangunan yang baru, dan diakuinya bahwa Pemkab Siak sudah menghibahkan lahan sebanyak 5 hektare.

Terkait masalah dana pembangunan Rutan baru di Siak, sang menteri meminta agar pemerintah daerah baik provinsi atau kabupaten membantunya. Katanya ada beberapa daerah yang pemdanya membangun lembaga pemasyarakatan dan imigrasi.

Di sisi lain Menkumham juga meminta bantuan agar pendanaan Rutan khusus Narkoba di Rumbai, Pekanbaru, dibantu pemerintah daerah. Jika sudah bisa dipakai maka akan bisa mengurangi kelebihan kapasitas yang rata-rata diakibatkan membludaknya narapidana narkoba.

Saat ini lanjutnya sudah dilakukan pergeseran lebih dari 500 tahanan ke lapas lain dari Rutan Siak. Dikatakannya Rutan Siak perlu direnovasi secara temporer bangunan lama ini untuk tahanan yang statusnya belum inkracht.

Dari 648 tahanan di Rutan Siak sebelumnya sekitar 80 yang masih belum inkracht sehingga perlu berada di Siak. Selebihnya sudah dipindahkan ke Lapas Pekanbaru, Bangkinang, Bengkalis, dan Dumai.

Comments are closed.