Menaker: Target Jokowi 10 Juta Lapangan Kerja, Tercapai 10.504.000

0
202

Bekasi NAWACITA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengungkapkan, saat ini pencapaian lapangan kerja yang dijanjikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah melebih target. Dari yang ditargetkan sebanyak 10 juta lapangan kerja, hingga hampir lima tahun peperintahan Jokowi, lapangan kerja yang sudah tercipta sekitar 10.504.000.

Hanif menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya saat membuka Job Fair di Harris Convention Hall Bekasi, Kamis (4/4).

“Melihat capaian yang sudah melebihi target tersebut, Menaker mestinya sudah bisa liburan,” ujar Menaker berseloroh.

Lapangan kerja sekitar 10.504.000 itu, lanjut Hanif, semua merupakan sektor formal.

Menaker menjelaskan, meskipun jumlah pengangguran sudah menurun tajam, namun ia tidak mengingkari masih ada. Hal itu, kata Hanif, karena faktor miss match dan ketimpangan skill. Artinya, skill yang dibutuhkan dengan yang tersedia tidak nyambung.

Ia mencontohkan, di suatu daerah, Morotai misalnya, pernah dibutuhkan ribuan sopir dum truck ber SIM B1, namun ternyata yang tersedia hanya beberapa gelintir.

“Jadi kalau masih ada yang nganggur itu bukan karena faktor tidak ada lapangan kerja tapi di ketimpangan skill dan miss match. Misal ada yang punya skill tapi tidak nyambung dengan yang dibutuhkan perusahaan. Bahkan banyak juga yang tidak punya skill karena kebanyakan angakatan kerja kita didominasi lulusan SD dan SMP,” jelasnya.

Ia menjelaskan dari 131 juta angkatan kerja 58 persennya lulusan SD atau SMP. Kemudian dari angka itu 50 persennya skill nya tidak nyambung dengan apa yang dibutuhkan perusahaan.

“Misal kalau ada 10 orang angkatan kerja, kan 58 persen lulusan SD SMP jadi sisa 4, dari 4 itu hanya 2 orang yang skillnya sesuai dengan apa yang dibutuhkan perusahaan. Angka-angka itu masih lebih baik dibandingkan tahun tahun lalu,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan link and match antara keutuhan skill dan lapangan kerja tersebut, Hanif menjelaskan, pihaknya terus gencar melakukan pendidikan vokasi bagi para angkatan kerja.

Selain upaya Kementerian Pendidikan untuk menekan masyarakat lulusan SD SMP.

Termasuk angka penganggurab lulusan SMK yang paling besar yaitu mencapai 11 persen.

“Termasuk kita pengembangan SMK agar lulusan SMK tidak nganggur. Kerjasama dengan perusahaan soal penyelarasan skil yang dibutuh dan kita juga telah hadirkan 1.000 Balai Latihan Kerja Komunitas, upaya itu langkah jadi kita tekan gejala miss match,”paparnya.(hen)