Wah! Proyek LRT Jabodebek Sudah 60 Persen

0
378

Jakarta NAWACITA – Proses pembangunan moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) telah mencapai 60 persen. Angka tersebut merupakan rata-rata dari tiga jalur LRT Jabodebek yang sedang digarap PT Adhi Karya.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT Adhi Karya, Budi Harto. Dia pun menuturkan, proses pembangunan di jalur Cawang-Bekasi Timur terhambat akibat permasalahan lahan yang dibutuhkan untuk lokasi depo kereta LRT.

“Total sekitar 60 persen, dari Cibubur-Cawang itu dekitar 85 persen, kemudian Cawang-Bekasi 60 persen, kemudian dari Cawang ke Dukuh Atas sekitar 40 persen,” kata Budi kepada wartawan di Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Sementara, keramaian lalu lintas di ruas Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Rasuna Said menjadi penghambat proses pembangunan LRT lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas.

“Kami mempunyai window time untuk bekerja sangat sempit sekali, jam 11 malam sampai jam 4 (dini hari) saja dan kadang-kadang di tengah malam masih ada keramaian sehingga ya kami kerjanya malam saja,” ujar Budi.

Hingga hari ini, PT Adhi Karya telah menyambungkan jalur proyek LRT Jabodebek Lintas Pelayanan 1, yang terbentang sepanjang 14,89 kilometer dari Cibubur hingga Cawang. Hal itu ditandai dengan pengecoran terakhir pembangunan dua jembatan longspan (bentang panjang) di kawasan JORR (Jakarta Outer Ring Road) dan Cililitan.

“Alhamdulillah dengan demikian jalur Cawang-Cibubur telah connect. Dan insya Allah tidak lama lagi kami akan menyelesaikan pekerjaan rel dan sistem kelistrikan,” tutur Budi.

Dia menambahkan, longspan JORR yang melintas di atas Jalan Tol JORR, Jalan Dukuh, dan Jalan Tol Jagorawi dengan struktur u-box girder mempunyai panjang 54-90-54 meter. Sementara, longspan Cililitan yang melintas di atas Jalan Tol Jagorawi mempunyai panjang 54-90-54 meter dengan struktur box girder.

Selain kedua longspan tersebut, Adhi Karya juga menyelesaikan longspan yang merupakan bagian dari Lintas 2 jalur Cawang-Dukuh Atas.

“Membentang di atas jalur KRL di dekat Stasiun Cawang dan Jalan Cikoko Barat dengan panjang 54-90-54 meter dan struktur box girder,” ucap Budi.

Rekor Dunia

Dia pun menyebut proyek LRT Jabodebek yang tengah dibangun ini akan mempunyai dua rekor dunia. Pasalnya, konstruksi jembatan longspan (bentang panjang) yang ada di JORR merupakan longspan dengan struktur u-box girder yang terpanjang di dunia.

“Insya Allah di proyek LRT Jabodebek tahap 1 ini ada dua tempat rekor dunia, yang pertama adalah di longspan JORR ini,” imbuh Budi.

Dia menjelaskan, longspan JORR mempunyai panjang 90 meter, lebih panjang dari u-box girder terpanjang sebelumnya di Dubai yang panjangnya ‘hanya’ mencapai 75 meter. Kemudian satu lagi di Rasuna Said adalah terpanjang di dunia untuk jembatan lengkung dari beton untuk kereta api.

“Jembatan itu akan sepanjang 148 meter mengalahkan ‘juara bertahan’ yang panjangnya baru mencapai 135 meter. Jadi nanti perpindahan dari (Jalan) Gatot Subroto ke (Jalan) Rasuna Said di sana ada lengkung dari beton terpanjang di dunia,” kata Budi.

Lebih lanjut Budi mengatakan, bahwa LRT Jabodebek ini nantinya akan terintegrasi dengan moda-moda transportasi lainnya, seperti mass rapid transit (MRT) dan commuter line. Rencana integrasi itu masuk dalam rancangan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

“BPTJ sudah merencanakan itu, jadi Anda tahu di antaranya adalah dari Cibubur itu di Kampung Rambutan itu berdempetan antara stasiun LRT dan terminal bus,” ujarnya.

Budi mengatakan, integrasi juga akan terjadi di kawasan Cawang, tepatnya di jalur LRT Cibubur-Cawang dan Bekasi Timur-Cawang akan bersua. Stasiun Cikoko di LRT jalur Cawang-Kuningan-Dukuh Atas selanjutnya terintegrasi dengan Stasiun Cawang yang melayani moda transportasi commuter line.

“Kemudian di Dukuh Atas, di sana ada pertemuan antara LRT, MRT, KRL, KA Bandara, dan busway,” tutur dia.

Selain terintegrasi dengan moda transportasi lain, sejumlah titik stasiun LRT Jabodebek akan dikembangkan sebagai kawasan berbasis transit oriented development (TOD). Titik-titik yang akan dikembangkan lewat TOD antara lain Kampung Rambutan, Ciracas, Pancoran, Bekasi Barat, dan Bekasi Timur.

Uji Coba

Terkait dengan uji coba, Budi mengungkapkan bahwa hal tersebut rencananya akan dimulai pada Bulan Juli 2019 mendatang. Dan Lintas 1 jalur Cibubur-Cawang akan menjadi jalur pertama yang diuji coba.

“Pada Bulan Juli nanti, antara Cawang-Cibubur ini sudah ada kereta yang diuji coba. Jadi, secara bertahap akan diadakan tes-tes yang dilakukan dan akan kita selesaikan. Uji coba akan dilakukan terus menerus tanpa batasan waktu hingga jalur tersebut dinyatakan siap beroperasi,” imbuhnya.

Budi melanjutkan, kereta-kereta yang akan dikerahkan saat LRT resmi beroperasi pun telah tiba di Indonesia dan tengah disempurnakan oleh PT INKA di Madiun.

“Kalau kalian ke Madiun sana, sudah banyak kereta ada 32 trainset yang dipesan oleh KAI sudah tiba di sana untuk penyempurnaan,” tukas dia.