Jokowi: NU Garda Terdepan Bela Pancasila dan NKRI

2
98

Hadir di Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Banjar NAWACITA – Presiden Joko Widodo menyatakan, Nahdlatul Ulama (NU) selalu menjadi garda terdepan untuk mencegah pihak-pihak yang ingin mengganti dasar negara Pancasila dan mempertentangkan Pancasila dengan Islam. Bagi NU, kata Jokowi, Pancasila adalah solusi kebangsaan yang jadi konsensus.

“Maka saya sambut dengan penuh gembira Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konbes NU ini,” kata Jokowi dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2).

Dikesempatan itu Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada NU yang telah berkontribusi dalam merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menyebut warga Nahdliyin selalu berada di garis depan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

“Saya ucapkan terima kasih NU sudah berikan konstribusi dalam merawat Indonesia,” kata Jokowi.

Jokowi juga mengapresiasi tema yang diangkat dalam acara tersebut. Munas Alim Ulama dan Konbes NU kali ini mengusung tema ‘Memperkuat Ukhuwah Wathaniyah untuk Kedaulatan Rakyat’. Acara tersebut digelar tiga hari, mulai hari ini sampai Jumat 1 Maret 2019.

“Tema ini penting karena tegaskan komitmen NU untuk kuatkan ukhuwah kita,” kata Jokowi.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua PBNU Said Aqil, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Gubernur Jawa Timur yang juga Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur Yenny Wahid.

Sementara pejabat yang mendampingi Jokowi, antara lain Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengatakan, acara kali ini mengangkat tema ‘Memperkuat Ukhuwah Wathaniyah untuk Kedaulatan Rakyat’ karena dilandasi situasi menjelang pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan. Menurut dia, NU perlu mengingatkan bahwa hasil pemilihan umum harus menjunjung kedaulatan rakyat.

“Oleh karenanya pilpres tak boleh berhenti dalam ajang suksesi kekuasaan, namun momentum penegakan kedaulatan rakyat,” kata Said Aqil Siroj.

NU, kata Said, didirikan dengan dua mandat besar, yakni peran tanggung jawab keagamaan dan tanggung jawab kebangsaan. Untuk tanggung jawab kebangsaan, kata Said, NU selalu membantu program-program pemerintah dan juga membantu menjaga NKRI.

Ia menegaskan siapa saja pihak yang ingin mengganggu keutuhan NKRI akan berhadapan dengan pihaknya.

“Maka kita harus tegas. Yang anti-Pancasila yang gerogoti NKRI, usir!” kata Said.

Said menambahkan Munas Alim Ulama dan Konbes NU akan membahas sejumlah masalah penting, di antaranya permasalahan sampah plastik, konsep Islam nusantara, hingga politisasi agama. Acara Munas Alim Ulama dan Konbes NU akan digelar selama tiga hari, mulai hari ini sampai Jumat 1 Maret 2018.

Masih dikatakannya, sekitar 20 ribu peserta yang hadir dalam Munas Alim Ulama dan Konbes NU itu mendoakan Presiden Joko Widodo.

Said mengatakan, calon presiden nomor 01 itu mendapat kepercayaan dari rakyat. Ia menyebut bahwa doa yang dipanjatkan dirinya dan para peserta Munas Alim Ulama dan Konbes NU bukan kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Mendoakan bapak Jokowi mendapat kepercayaan dari rakyat, mendoakan bukan kampanye. Ketua PBNU enggak boleh kampanye,” kata Said.

Comments are closed.