Satelit Nusantara Satu Diluncurkan, Presiden Jokowi: Seluruh kepulauan Indonesia Tersambung Internet

43
196

NAWACITA– Stasiun Angkatan Udara Cape Caneveral, Florida, Amerika Serikat, Jumat (22/2) atau pada hari Kamis sekitar pukul 8.45 waktu setempat berhasil meluncurkan Satelit Nusantara Satu.

Peluncuran ini secara resmi telah dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk memberikan akses dan kemudahan kepada masyarakat dalam hal pelayanan internet.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menyambut antusias peluncuran satelit tersebut. “Tepat pukul 8.45 pagi WIB kemarin, roket SpaceX Falcon 9 lepas landas ke angkasa dari Cape Canaveral Florida, Amerika Serikat, membawa Satelit Nusantara Satu milik Indonesia ke orbit bumi. Layanan internet dari satelit ini akan menjangkau ,” tulis Presiden Jokowi melalui akun twitternya @jokowi yang diunggahnya kemarin.

Direktur Utama PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Adi Rahman Adiwoso mengatakan, satelit Nusantara Satu ini akan mulai beroperasi pada bulan April 2019 mendatang. Adi berharap, satelit ini sebagai upaya dalam mengurangi kesenjangan jaringan komunikasi internet cepat di Tanah Air.

“Kebutuhan internet atau broadband sangat tinggi, kami memperkirakan ada 25 ribu desa yang tidak memiliki koneksi komunikasi internet memadai. Jadi, target kami untuk membantu mencakup mereka,” kata Adi sebelum proses peluncuran dilakukan.

Satelit Nusantara Satu ini akan disewa oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Nusantara Satu merupakan satelit Indonesia pertama yang menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) berkapasitas hingga 15 Gbps. Teknologi ini, diyakini mampu memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan satelit konvensional yang saat ini ada di Indonesia.

Pada akhir tahun 2018, BAKTI telah menggelar lelang penyediaan kapasitas satelit telekomunikasi (transponder) berbasis HTS. PT. Pasifik Satelit Nusantara merupakan salah satu pemenang tender tersebut. Adapun perusahaan lainnya yang lolos evaluasi yakni, PT Indo Pratama Teleglobal, PT. Aplikanusa Lintasarta dan Telkom.

BAKTI juga rencananya akan menggunakan 60 persen kapasitas Ku-band satelit Nusantara Satu yang akan memulai operasinya pada bulan April mendatang. Saat ini, sebanyak 70 persen total kapasitas Nusantara Satu sudah terpakai.

Satelit Nusantara Satu memiliki kapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band. Selain itu, juga terdapat 8 spot beam Ku-band dengan total kapasitas bandwidth mencapai 13,6 Gbps. Area cakupan dari satelit ini mencapai seluruh wilayah di Tanah Air.

 

 

(Red: Bee, sumber humas Kominfo)

Comments are closed.