Ketua KONI Diperiksa KPK Dugaan Suap Kemenpora

3
256

Jakarta NAWACITA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mengembangkan kasus dugaan suap dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada KONI.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, untuk pendalaman kasus ini, penyidik KPK memanggil Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

“Tono Suratman dipanggil sebagai saksi untuk tersangka EFH,” Febri pada awak media, Rabu (6/2).

EFH dimaksus adalah Ending Fuad Hamidy, Sekjen KONI yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Sebelum Toni, penyidik juga telah memeriksa Menpora Imam Nahrawi. Saat itu, Imam dicecar perihal mekanisme proposal dana hibah Kemenpora ke KONI.

“Soal mekanisme ya sesuai aturan yang ada, dipayungi UU, oleh peraturan kemenkeu juga,” tukas Imam usai diperiksa Kamis (24/1).

Sementara itu, Febri menjelaskan bahwa Imam dikonfirmasi perihal peran dan porsi sebagai menpora.

“Apakah memberikan persetujuan langsung atau lewat delegasi atau mandat ke bawahannya. Memang kami menduga dalam kasus ini sudah ada komunikasi bahkan sudah ada deal sebelum proposal diajukan,” jelas Febri.

Dalam kasus ini, total sudah ada lima tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pencairan dana hibah Kemenpora untuk KONI. Mereka adalah Ending Fuad Hamidy sebagai Sekjen KONI dan Johnny E Awuy sebagai Bendahara Umum KONI sebagai tersangka pemberi.

Sedangkan penerima suap sebagai penerima ialah Mulyana sebagai Deputi IV Kemenpora, Adhi Purnomo sebagai pejabat pembuat komitmen pada Kemenpora dkk, serta Eko Triyanto sebagai Staf Kemenpora dkk.

KPK menduga telah terjadi kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu Rp 3,4 miliar.

Comments are closed.