KPK Usulkan Biro Pengamanan Cegah Teror

0
225
Ketua KPK Agus Rahardjo memberikan keterangan pers terkait pencegahan korupsi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/8). Dalam keterangan pers itu Tim Nasional Pencegahan Korupsi mengatakan akan mencegah korupsi dari hulunya dan berharap Peraturan Presiden tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi dapat berjalan dengan baik. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj/18.

Jakarta NAWACITA – Teror yang menimpa sejumlah petinggi KPK (komisi pemberantasan korupsi), mendorong lembaga antirasuah tersebut mengusulkan agar dibentuknya Biro Pengamanan.

Pada rapat kerja (raker) bersama Komisi III DPR RI, Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan, menyusul terjadinya peristiwa teror-teror tersebut, maka perlu ada pengembangan organisasi, seperti Biro Pengamanan di KPK.

“Segera setelah peristiwa itu, kami melakukan rapat. Kita juga mengidentifikasi jajaran-jajaran KPK yang kemungkinan berisiko pada waktu bertugas. Jadi bukan hanya pimpinan, tapi semua jajaran kita perhatikan. Kemudian memang terpikir perlu ada pengembangan organisasi di mana dimungkinkan adanya Biro Pengamanan di KPK,” ujar Agus Rahardjo di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/1).

Menurut Agus, keamanan tidak hanya terkait fisik, tetapi juga keamanan data dan informasi, gedung operasional, hingga keamanan saat jajaran KPK melakukan perjalanan.

Agus menuturkan pembicaraan terkait rencana pembentukan biro ini masih terus dilakukan.

“Ini menjadi pertimbangan kami dan pembicaraannya terus berlangsung. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan segera bisa mengeluarkan itu. Sementara ini yang sudah ada untuk melindungi semua jajaran itu adalah semacam panick button. Jadi siapa yang merasa terancam, kemudian menekan itu 3 kali di kantor kemudian ada 4 unsur yang mengetahuinya. Ini mudah-mudahan menjadi efektif,” katanya.

Terkait rencana pembentukan Biro Pengamanan ini, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengungkapkan sudah ada sejak kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Saut menyebut anggota Biro Pengamanan ini bisa berasal dari beragam unsur.

“Bisa jadi kombinasi dari banyak hal. Ilmunya kan dari banyak tempat, kita juga sudah belajar dari badan-badan lain. Komposisi person-nya bisa kombinasikan. Itu kan orang-orang yang seperti contohkan kita sedang menyiapkan, seperti yang telah disampaikan Pak Agus tadi, kita menyiapkan kalau dalam keadaan tertentu KPK, gini,” terang Saut.

Saut menambahkan, satu aspek yang perlu dipikirkan adalah tersedianya Sumber Daya Manusia dan infrastruktur untuk para anggota biro tersebut.

“Usulan tersebut masih dibahas dengan pihak DPR,” ucapnya.