MUI Minta Polisi Usut Tuntas Prostitusi Online

1
156

Jakarta NAWACITA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai berbagai bentuk kejahatan dan pelanggaran nilai-nilai susila seringkali terjadi karena maraknya perilaku seks bebas, hubungan sesama jenis, perdagangan orang, prostitusi, penyalahgunaan narkoba dan lain sebagainya.

MUI pun menyoroti maraknya prostitusi online yang melibatkan kalangan artis.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi menuturkan, pihaknya mengapresiasi Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Luki Hermawan yang berhasil mengungkap jaringan prostitusi online yang melibatkan para artis dan model. Ia meminta agar kasus ini diusut tuntas semua yang terlibat.

“MUI berharap kasus ini terus dikembangkan untuk dapat menjerat bukan saja kepada para pelaku tetapi juga semua pihak yang terlibat dalam bisnis prostitusi tersebut,” kata Zainut di Jakarta, Senin (21/1).

Bisnis prostitusi, menurut dia, perkembangannya sangat mengkhawatirkan, karena pelakunya melibatkan publik figur dan kalangan artis sebagai pekerja seksual (PSK). Hal itu dapat berakibat buruk terhadap para remaja karena dikhawatirkan mereka meniru gaya hidup seperti itu. Terlebih tawaran imbalannya sangat fantastis.

“Untuk itu MUI meminta kepada Polri untuk menuntaskan masalah ini dengan serius dan sungguh-sungguh,” katanya.

Zainut menambahkan, dirinya sangat prihatin dengan semakin maraknya pelacuran yang melanggar nilai-nilai agama, etika dan susila.

“Karena itu MUI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali kepada jati diri bangsa yaitu Pancasila dan nilai-nilai agama agar terjauh dari perbuatan yang dapat merusak martabat manusia,” pungkasnya.

Comments are closed.