Silaturahim dengan Guru, Presiden Tidak Percaya Guru Swasta Digaji 300 Ribu.

6
194

Jakarta NAWACITA – Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) membahas peran penting guru dan persoalan yang dihadapi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal tersebut dungkapkan para pendidik tersebut saat bersilaturahim dengan Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jum’at (11/1).

Para guru yang tergabung dalam PGSI dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina PGSI Abdul Kadir Karding, dan Ketua Umum PGSI, Mohamad Fatah. Sementara Presiden didampingi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Kepala Staf Kepresidenan.

Diawal sambutannya, Jokowi mengucapkan terimakasih atas peran para guru kepada generasi muda.

“Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas pengabdian dan rasa berkorban bapak ibu karena telah dengan sabar mendidik generasi muda kita tanpa pamrih,” kata Presiden.

Jokowi mengungkapkan, dirinya menilai peran guru di seluruh Indonesia sangat penting karena pendidikan sebagai pintu masuk sebuah kemajuan.

“Bangsa yang terdidik, cerdas dan berahlak, serta menguasai ilmu pengetahuan akan menjadi bangsa yang maju dan sejahtera,” ucap Presiden.

Dalam perbincangan singkatnya dengan beberapa guru swasta di Istana Negara, Jokowi mengakui tidak percaya masih ada guru yang digaji mulai dari Rp300.000-Rp500.000 per bulan.

Presiden pun berjanji untuk terus mengupayakan persoalan rendahnya gaji guru swasta bisa segera teratasi.

“Banyak persoalan yang saya tahu, banyak persoalan yang saya tidak tahu. Yang penting yakinlah pemerintah terus bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan para guru di Indonesia,” katanya yakin.

“Peranan bapak ibu sentral. Oleh sebab itu saya mau selesaikan persoalan tadi yang disampaikan, berkaitan inpassing dan sertifikasi,” imbuhnya.

Ungkapan Presiden ini menyusul keluhan dari salah seorang guru swasta dari Pemalang Jawa Tengah, Mega Yanti, yang mengeluh kepada Presiden Jokowi terkait kebijakan sertifikasi dan inpassing yang tidak berpihak kepada para guru-guru swasta.

Megayanti yang mengabdi sebagai guru sejak 2009 menceritakan honornya mengajar selama 9 tahun sebagai guru hanya sebesar Rp50 ribu.

Kemudian sejak 2016, honor Megayanti naik menjadi Rp150 ribu.

Presiden juga meminta Megayanti menjelaskan persoalan yang dialami guru-guru honorer secara terbuka.

Dalam diskusinya, Megayanti menyampaikan sejumlah masalah yang dihadapi seperti kuota sertifikasi, honor, dan pembatasan usia pengajar untuk sertifikasi.

Mendapati hal tersebut, Presiden menjelaskan dirinya akan membahas sejumlah persoalan itu dengan menteri terkait seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Menteri Agama.

“Nanti saya cek betul apakah itu SK Dirjen atau peraturan menteri itu lebih mudah,” kata Presiden.

Comments are closed.