BPN Ajukan Revisi Visi dan Misi Prabowo-Sandi, Ditolak KPU

11
159

Jakarta NAWACITA – Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengajukan revisi visi dan misi, Namun Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) menolak revisi dokumen visi dan misi pasangan nomor urut 2 itu saat diserahkan oleh BPN (Badan Pemenangan Nasional) ke KPU, Kamis (10/1). Pasalnya, masa penyerahan dokumen sudah lewat.

Ketua KPU Arief Budiman pun memastikan semua dokumen terkait Pilpres 2019 sudah tak dapat diubah.

“KPU menerima seluruh dokumen pendaftaran pada masa pendaftaran. Nah, dokumen itu salah satunya dokumen visi misi,” kata Arief ditemui di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (11/1).
Maka itu, lanjut Aries, saat BPN menyerahkan dokumen visi dan misi yang baru, pihaknya pun tidak bisa menerima, karena masa penyerahan dokumen sudah lewat.

“Kan sudah jelas, KPU hanya terima dokumen pendaftaran di masa pendaftaran,” kata Arief.

Terkait dokumen visi dan misi yang baru milik Prabowo-Sandi itu sempat terunggah di situs KPU, Arief menerangkan, hal tersebut karena sempat terjadi miskomunikasi di pihak Sekertariat KPU yang mengira bahwa dokumen itu untuk kepentingan debat.

“Kemarin teman-teman itu salah memahami, dikira ada dokumen visi misi untuk debat, tapi kan sudah kita turunkan,” katanya.

Lebih lanjut, Arief pun menyebut pihaknya akan tetap menggunakan dokumen visi dan misi lama milik BPN. Hal itu juga berlaku untuk para panelis debat yang membuat pertanyaan bagi kedua pasangan calon.

“Gunakan yang lama, kemarin juga untuk kisi-kisi debat kami serahkan ke panelis itu yang lama,” kata dia.

Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mempermasalahkan sikap KPU yang menolak dokumen revisi visi dan misi pasangan calon 02, Prabowo-Sandi.

Sebab, menurut Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), dokumen tersebut hanya berisi penajaman visi misi pasangan calon saja dan bukan perubahan secara menyeluruh.

“Menurut saya pada hakikatnya kan enggak berubah (Visi-misi). Yang ada semacam penajaman, terlebih ke fokus. Jadi kalau itu tidak diterima bukan berarti visi misinya berubah,” jelas HNW di Jakarta, Jum’at (11/1).

HNW yang juga Wakil Ketua Dewan Penasihat BPN Prabowo-Sandi ini menjelaskan, visi misi pasangan calon ini tetap berada dalam koridor Pancasila dan UUD NRI 1945. Konteks dari revisi tersebut, lanjut dia, berangkat dari perjalanan kampanye para calon ke masyarakat.

“Pak Sandi hadir di lebih dari 1000 titik, tentu kemudian beliau mendapatakan banyak hal yang layak dimasukkan lagi atau yang ada lebih dipadatkan lagi. Tapi hakikatnya tidak ada yang berubah dari visi misi,” terang HNW.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan perubahan visi dan misi hanya untuk estetika. Menurutnya, perubahan itu dibuat agar mudah dibaca.

“Ya kebutuhan publik agar mudah dibaca dan kebutuhan estetika saja,” kata Dahnil, Jumat (11/1).

Dahnil mengatakan ada empat poin yang diperhatikan dalam visi dan misi yang baru. Salah satunya, penggunaan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Comments are closed.