Mendagri Lapor ke Bareskrim Konsultasi Berita Hoax

58
208

Jakarta NAWACITA – Beredarnya kabar bohong atau hoaks tentang tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos pada nomor urut 01, tidak membuat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo terdiam.

Tjahjo pun menyambangi Bareskrim Mabes Polri. Kedatang Mendagri untuk berkonsultasi terkait penanganan berita bohong alias hoax, fitnah, ujaran kebencian dan isu SARA.

Pantauan media, didampingi Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar, keduanya tiba di kantor Bareskrim Polri, sekitar pukul 10.50 WIB.

“Mau mengadukan yang merusak demokrasi kita,” singkat Tjahjo di Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (3/1).

Lebih dari itu, Tjahjo tak menjawab saat ditanya lebih jauh soal informasi yang diadukan tersebut, dan meminta agar menunggunya selesai melakukan pelaporan.

Sementara, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar mengatakan kehadiran Tjahjo untuk berkoordinasi dengan Bareskrim Polri mengenai penanganan hoaks.

Terkait berita hoaks, sebelumnya, Tjahjo meminta masyarakat untuk berani melaporkan kepada aparat kepolisian jika menerima informasi bohong, fitnah, dan ujaran kebencian.

“Mari kita semuanya bergerak untuk melawan dengan melaporkan kepada aparat kepolisian apabila kita menerima berita-berita hoaks, fitnah, serta ujaran kebencian,” ujar Tjahjo di Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Sebab, lanjut Tjahjo, itu semua merupakan racun demokrasi dan sudah membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Ia mencontohkan, salah satu informasi hoaks itu adalah kabar bahwa petugas Bea dan Cukai di Tanjung Priok menemukan tujuh kontainer dari China berisi surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan capres cawapres nomor urut 01.

Setelah dicek oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), kabar tersebut ternyata tidak benar.

Hoaks lainnya, kabar adanya 31 juta identitas yang tiba-tiba dimasukkan ke Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Padahal, hal itu tidak benar.

“Jelas ini semuanya merupakan berita fitnah, berita-berita yang mengumbar rasa cemas bermusuhan,” ujar Tjahjo

Senada, Bahtiar menuturkan pihaknya berencana berkoordinasi dengan Bareskrim soal penanganan hoax jelang pesta demokrasi 17 April 2019 mendatang.

“Koordinasi penanganan hoax,” ucapnya.

Sebelumnya, sebuah rekaman beredar menyebutkan ada tujuh kontainer isi surat suara Pilpres 2019 di Tanjung Priok Jakarta. Masing-masing kontainer berisikan 10 juta surat suara yang sudah dicoblos untuk pasangan nomor urut 01. Berdasarkan rekaman itu, tujuh kontainer itu ditemukan oleh TNI AL dan sudah disita KPU.

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief sempat menulis soal tujuh kontainer surat suara Pilpres 2019 yang sudah dicoblos ini melalui akun Twitter-nya. Namun, cuitan Andi Arief di Twitter ini telah dihapus.

 

Comments are closed.