Pemilu 2019 Wilayah Jabar jadi Antisipasi Polri

2
172

Jakarta NAWACITA – Jawa Barat menjadi salah sat wilayah yang diantisipasi oleh pihak kepolisian pada pelaksanaan Pemilu 2019 nanti. Pasalnya, Polri menilai, Jawa barat memiliki pemilih terbanyak dan dinamis.

Hal tersebut diungkapkan
Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Tito Karnavian, dalam konferensi pers Akhir Tahun 2018 di Markas Kepolisian Indonesia, Jakarta, Kamis (28/12).

“Jawa Barat agak keras karena pemilih terbesar di Jawa Barat. Pada 2104 proporsi pemilih dinamis,” kata Tito.

Kapolri menjelaskan, meskipun untuk Pemilu 2019
secara keseluruhan, tidak terdapat daerah rawan konflik yang signifikan, tetapi potensi kerawananan tetap diwaspadai.

“Apalagi pertarungan perebutan kursi akan sengit di daerah pemilihan, karena tidak hanya bersaing dengan caleg dari partai lain, tetapi juga sesama partai,” katanya.

Untuk itu, kata Tito, atensi Kepolisian Indonesia untuk daerah pemilihan Jabar ini dengan menempatkan perwira dari Polda untuk mengamankan daerah pemilihan dan melibatkan beberapa polres.

Kapolri juga menilai, daerah pemilihan yang memiliki pemilih kuat pada partai, caleg atau calon presiden-wakil presiden tertentu akan memiliki kerawanan lebih sedikit.

“Potensi konflik dapil hampir semua akan keras, kecuali didominasi partai pemilih sudah strong voters, pemilih tetap, tidak akan keras. Dapil fokus utama kepolisian untuk pileg dan pilpres,” ucapnya.

Sebelumnya, dalam apel kesiapan TNI membantu Kepolisian Indonesia dalam pengamanan Natal 2018, Tahun Baru 2019 serta Pemilu 2019, Tito mengatakan, Provinsi Papua juga masih menjadi salah satu daerah rawan dalam Pemilu 2019.

Namun diakuinya dalam sisa masa kampanye hingga April 2019, daerah lain masih terus terjadi dinamika dan perubahan .

Comments are closed.