Din Syamsuddin Benarkan Gerakan #2019GantiPresiden Sebagai Hak Konstitusi

2
207
- Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin.(Foto: UMY)

Jakarta, NAWACITA– Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin membenarkan gerakan #2019GantiPresiden. Dia menyebut gerakan ini sah didalam berdemokrasi.

Ia mengimbau semua pihak menghormati gerakan yang tergabung dalam #2019GantiPresiden dan #JokowiDuaPeriode. Apa yang dilakukan oleh gerakan tersebut, merupakan bentuk aspirasi mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden yang dianggap sebagai hal yang wajar.

“Sesuai dengan konstitusi khususnya pasal 28 kebebasan berserikat, berkelompok, termasuk juga menyatakan pendapat maka oleh karena itu harus dimungkinkan dan tidak boleh dihalang-halangi,” kata Din Syamsudin di Jakarta, Rabu (29/8).

Lebih jauh, Din menegaskan, pihak yang melakukan persekusi terhadap gerakan masyarakat tertentu telah melanggar konstitusi.

“Saya kira penghalangan, penghadangan apalagi dalam bentuk persekusi adalah sebuah tindakan yang bertentangan dengan konstitusi yang melanggar konstitusi,” jelasnya.

Selain itu, Din juga berpesan kepada dua belah pihak baik gerakan ganti presiden atau Jokowi dua periode untuk tidak saling mengumbar kebencian yang bisa berakibat merusak kerukunan bangsa dan negara.

“Pemilu pilpres adalah cara beradab untuk mengatasi ketakadaban atau kebiadaban jangan sampai cara itu ditempuh dengan cara-cara yang tidak beradab,” tukasnya.

Comments are closed.