Dirjen PAS Kembali Resmikan 10 Lapas Penerima Pelatihan Bidang Kontruksi

60
131

Makassar, NAWACITA– Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan Direktur Jenderal Bina Konstruksi meresmikan 10 lapas untuk mendapatkan pelatihan bidang Jasa Kontruksi.

Peresmian ini dipusatkan di Lapas Klas I Makasar dan 9 lapas lainnya mengikuti melalui teleconference, Senin (27/8).

“Dengan kegiatan hari ini, berarti telah 1.041 WBP dari 12 lapas telah dilatih menjadi tenaga ahli bangunan dan konstruksi,” jelas Sri Puguh Budi Utami, Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Kegiatan ini sebelumnya telah dilakukan di Lapas Nusakambangan dan Lapas Klas I Jakarta Cipinang dengan jumlah peserta sebanyak 131 warga binaan pemasyarakatan (WBP).  Program pelatihan ini adalah implementasi Penandatangan MoU  Menteri Hukum dan HAM dengan Menteri PUPR dan tanggal 27 Juli 2018 di Pulau Nusakambangan

“Ini juga adalah bagian dari pembinaan kemandirian melalui Pasukan Merah Putih Narapidana, yang alhamdulillah di support oleh Direktorat Binan Konstruksi  Kementrian PUPR. Harapan kita bersama program ini  mampu menelurkan WBP yang berkemampuan khusus di bidang jasa konstruksi sebagai bekal mereka kembali ke masyarakat sebagai manusia yang mandiri, ” ungkap Utami lagi

10 lapas yang narapidana nya diresmikan sebagai peserta pelatihan jasa konstruksi  adalah Lapas Klas I Makassar (100 wbp), Lapas Klas 1 Medan (150 wbp), Lapas Klas 1 Palembang (30 wbp), Rutan Klas 1 Tangerang (100 wbp), Lapas Klas III Bekasi (100 wbp), Lapas Klas I Surabaya (100 wbp), Lapas Klas III Banjar Baru (100 wbp), Lapas Klas IIA Ambon (50 wbp), Lapas Klas IIB Karang asem (20 wbp) dan Lapas Klas IIA Kupang (100 wbp).

“Total 910 orang narapidana hari ini menjadi peserta  pelatihan Jasa Konstruksi, dan insyaallah akan diikuti lapas – lapas lain, agar semakin banyak WBP yang terserap berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi bangsa,” kata Utami  optimis.

Pada kesempatan yang sama Syarif Burhanudin, Direktur Jenderal  Bina Konstruksi, menyampaikan antusiasnya.

“Ini adalah bekal yang dapat kami berikan kepada  WBP, agar kelak saat bebas dapat berkarya di bidang jasa konstruksi dan mendapatkan hak remunerasi yang layak sesuai UU Jasa Konstruksi No.2 Tahun 2017, ” ujar Syarif.

Menurutnya lagi WBP yang mengikuti pelatihan tersebut akan mendapatkan sertifikasi sesuai bidang kekhususannya, yaitu tukang batu, tukang kayu, besi dan las.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja  Produksi, Harun Sulianto, menjelaskan bahwa WBP yang mengikuti program pelatihan ini adalah WBP yang sudah menjelang bebas.

“Minimum 1 tahun sisa pidananya atau yang memasuki 2/3 masa pidana,, pernah bekerja di bidang konstruksi atau berdasarkan assesment berbakat di bidang konstruksi. Dan Alhamdulilah 10 orang narapidana yang mengikuti pelatihan di Nusakambangan telah dipekerjakan PT Brantas Abipraya untuk membangun Rumah Susun bagi pegawai di Pulau Nusakambangan, kata Harun.

 

 

(Release)

Comments are closed.