Kemenkumham Buka Relasi Dengan Meksiko Tangani Lapas

1
139
Keterangan: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna Hamonangan Laoly bersama dengan Duta Besar (Dubes) Meksiko Armando G. Alvarez.

 

Jakarta, NAWACITA- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna Hamonangan Laoly menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Meksiko Armando G. Alvarez di kantor Kemenkumham, Rasuna Said Jakarta.

 

Yasonna Laoly dalam pertemuan itu meminta kepada Dubes Meksiko untuk berbagi pengalaman dalam menangani narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba).

 

Kemenkumham  menginginkan agar kerjasama agar diberikan ilmu bagaimana penangan napi dan peredaran Narkoba yang menjadi momok di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan).

 

“Kami ingin belajar dan bekerja sama dengan Meksiko di bidang Pemasyarakatan. Kami ingin mempelajari bagaimana Pemerintah Meksiko menangani kasus narkoba, apakah pengguna narkoba direhabilitasi atau dijatuhi hukuman, dan seterusnya,” ujar Yasonna di ruang kerjanya, Gedung ex. Sentra Mulia, Jakarta, (28/03).

 

Barang haram Narkotika sudah menjadi ancaman dan Bangsa ini telah menyatakan perang terhadap narkoba. Setiap bulan banyak pengungkapan yang dilakukan kepolisian atas peredaran narkoba antar lintas negara dan benua.

 

“Hampir seluruh lapas dan rutan di Indonesia penuh karena diisi oleh orang-orang yang terlibat kasus narkoba, dan kita terus berusaha untuk mengatasi hal ini,” tutur Yasonna.

 

Oleh karena itu, lanjut Menkumham RI, Indonesia membutuhkan kerja sama secara internasional, dan kerja sama dengan negara asing, khususnya Meksiko, untuk memerangi kejahatan transnasional/narkoba.

 

“Kita tidak bisa bekerja sendiri untuk mengatasi kejahatan narkoba,” tandas Yasonna.

 

Mendengar hal tersebut, Dubes Meksiko menyampaikan, bahwa pihaknya siap membantu sebaik mungkin agar Indonesia dapat bekerja sama dengan Meksiko terkait penanggulangan narkoba. “Kami siap membatu Pemerintah Indonesia,” ujar Armando

Comments are closed.