6,7 Juta Peserta Pilkada 2018 Belum Memiliki E-KTP

2
279
Keterangan: Mendagri Tjahjo Kumolo (Foto: Ist)

 

Jakarta, NAWACITA- Pilkada serentak 2018 akan diikuti sekitar 6.768.025 pemilih yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). 

 

Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) Tjahjo Kumolo menyebut, sekitar 6.768.025 pemilih di Pilkada serentak 2018 belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). 

 

Data ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Kemendagri) Tjahjo Kumolo kepada awak media, Kamis (22/03). Ia menjelaskan, sebanyak  2,1 juta penduduk diantaranya merupakan pemilih pemula dan 4,6 juta sisanya, penduduk yang belum melakukan perekaman E-KTP.

 

Mengantisipasi hal tersebut, Tjahjo telah berkordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menerbitkan surat keterangan (Suket) agar mereka bisa menggunakan hak pilihnya terutama para kaum muda yang baru ikut memilih.

 

“Dalam pengurusan Surat Keterangan tersebut dapat dilakukan secara kolektif sebagaimana telah diterapkan pada saat Pilkada Serentak Tahun 2017. Suket kolektif tersebut menyatakan pemilih tersebut berada dalam data base kependudukan,” tutur Tjahjo, Kamis (21/3).

 

Untuk mendongkrak perekaman data E-KTP, pemerintah meminta jajaran Disdukcapil daerah melakukan jemput bola, misalnya dengan pelayanan keliling ke sekolah, kampus, pondok pesantren, serta tempat-tempat strategis lainnya.

 

Sedangkan pelayanan di desa-desa atau tempat-tempat terpencil, memakai mobile enrollment. Pelayanan perekaman dan pencetakan e-KTP juga akan dilakukan di kegiatan-kegiatan pameran.

 

Bekas Sekjen PDI Perjuangan itu pun mengimbau masyarakat yang belum melakukan rekam data E-KTP untuk proaktif mendatangi tempat-tempat pelayanan yang ada.

 

”(Soalnya) tanpa partisipasi aktif dari masyarakat, maka penyelesaian target 100 persen penduduk memiliki e-KTP tidak dapat tercapai,” kata Tjahjo.

 

 

(Red: Ask)

Comments are closed.