Jokowi Imbau Masyarakat Kembali ke Jati Diri yang Toleran

0
208
Presiden Jokowi mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (1/6) dengan khidmat. (Foto: Ist)

Nawacitapost.com – Presiden Jokowi menegaskan, tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Tidak ada pilihan lain kecuali seluruh anak bangsa harus menyatukan hati dan pikiran, mengerahkan waktu dan tenaga untuk persatuan dan persaudaraan kita.

“Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus kembali ke jati diri kita sebagai bangsa yang santun yang berjiwa gotong royong dan toleran. Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus menjadikan lndonesia bangsa yang adil, bangsa yang makmur, dan bermartabat di mata internasional,” tegas Kepala Negara saat memberikan sambutan pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jl. Taman Pejambon, Jakarta, Kamis (1/6) pagi.

Untuk itu, Presiden Jokowi menegaskan, perlunya kewaspadaan terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sesuai dengan Pancasila.

“Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi dan gerakan yang Anti-Pancasila, yang Anti-UUD 1945, yang Anti-NKRl, dan yang Anti-Bhinneka Tunggal Ika. Pemerintah pasti bertindak tegas paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi lndonesia,” tegas Presiden Jokowi.

Mengakhiri sambutannya, Presiden Jokowi mengajak segenap elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga perdamaian, persatuan, dan persaudaraan.

“Mari kita bersikap santun dan saling  menghormati, mari kita saling toleran dan saling bahu-membahu, mari kita bergotong-royong demi kemajuan lndonesia,” seru Kepala Negara.

Upacara Hari Lahir Pancasila yang baru pertama kali diselenggarakan ini dihadiri oleh mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden Budiono, keluarga para pejuang perumus Pancasila, Keluarga Sukarno, Keluarga Mohammad Hatta, Keluarga Radjiman Wedyodiningrat, Keluarga Mohammad Yamin, dan Keluarga Soepomo.

Selain itu, juga hadir para pimpinan lembaga negara dan para menteri Kabinet Kerja yang hampir keseluruhannya menggunakan baju adat Nusantara.

Para menteri yang hadir dalam kesempatan itu adalah Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Pohukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki, Mendagri Tjahyo Kumolo, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menlu Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Selain itu hadir pula Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Kominfo Rudiantara, Menteri ESM Ignasius Jonan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri PUPR Basuki Hadimulyo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise, Menteri Agama Lukman Hakim, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Mendikbud Muhajir Efendi, Menpora Imam Nahrawi, Jaksa Agung Prasetyo SH, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (hadi)