Foto: Wikipedia

Nawacitapost.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mentargetkan pembangunan 65 bendungan pada periode 2014-2019 yang terdiri dari 16 bendungan lanjutan yang belum selesai tahun 2014 dan 49 bendungan baru, pembangunan 1 juta hektar jaringan irigasi baru dan rehabilitasi 3 juta hektar jaringan irigasi.

Diharapkan dengan pembangunan 65 bendungan bernilai Rp 66,8 triliun tersebut, akan meningkatkan ketersediaan tampungan air di Indonesia dari sebelumnya sebesar 12,6 miliar m3 (meter persegi) yang berasal dari 231 bendungan yang ada saat ini, menjadi 19,1 miliar meter persegi.

Saat ini dari 7,1 juta hektar luas irigasi permukaan, baru sekitar 761.542 hektar atau 10,7 persen yang sumber air-nya berasal dari bendungan, sementara sebagian besar masih mengandalkan air dari sungai. Dengan selesainya 29 bendungan, maka luasan irigasi yang mendapatkan pasokan air dari bendungan akan bertambah menjadi 934.533 hektar.

Kementerian PUPR pada tahun 2019 nanti menargetkan dapat menyelesaikan sebanyak 29 bendungan dengan tambahan volume tampungan sebesar 1,8 miliar meter kubik yang memberi manfaat bagi irigasi seluas 172.991 hektar, mereduksi banjir 5.194,17 m3/detik, menambah air baku 714,48 m3 per detik, dan potensi tenaga listrik 142,52 MW.

“Irigasi yang airnya dari bendungan, dapat mengairi sawah sepanjang tahun sehingga bisa menanam dengan pola padi-padi-palawija atau dengan besaran indeks pertanaman (IP) 265 persen dibanding irigasi yang non-bendungan seperti sungai dengan IP 175 persen dengan masa tanam padi hanya sekali dan dilanjutkan dengan palawija,” jelas Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Imam Santoso dalam konferensi pers di Kementerian PUPR di Jakarta, beberapa saat lalu.

Menurut Imam, pembangunan bendungan dilakukan sangat hati-hati dan melibatkan para ahli dari Komisi Keamanan Bendungan mulai dari perencanaan lokasi bendungan, pembangunan dan penggenangannya. Pembangunannya juga tidak dapat selesai dalam waktu satu tahun, namun butuh waktu tiga sampai empat tahun. (rian)

Baca juga :  Pernyataan Kominfo terkait Informasi Dugaan Penjualan Foto Selfie KTP

Comments are closed.