Jajaran KKP Diminta Bijak Gunakan Anggaran

10
197
Foto: Istimewa

Nawacitapost.com – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti, menekankan pentingnya efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran KKP. Ia meminta seluruh jajaran KKP menggunakan anggaran secara bijak untuk mencapai tujuan dan cita-cita KKP demi menyejahterakan nelayan Indonesia.

Menteri Susi mengungkapkan, sumber daya alam kelautan dan perikanan kini menjadi salah satu andalan utama Indonesia untuk meningkatkan pemasukan negara karena sifatnya yang dapat diperbaharui. Untuk itu, ia meminta semua pihak bersama-sama berkomitmen untuk menjaga keberlanjutannya.

“Sumber daya kita yang kaya seperti minyak dan tambang, sudah hampir habis dan tidak akan kembali. Tapi, kita masih punya satu kelautan dan perikanan, sumber daya alam yang renewable, yang bisa terus-menerus sustain dan ada untuk keperluan kita. Tetapi tentu saja hanya kalau kita jaga dengan benar. Hanya jika ada sustainability di cara pengelolaannya,” terang Menteri Susi, di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Menurut Menteri Susi, terbitnya Perpres Nomor 44 tertanggal 18 Mei 2016 adalah salah satu bentuk komitmen Presiden Joko Widodo untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan Indonesia. “Beliau merubah perikanan tangkap masuk dalam daftar negative list investasi asing. Itu adalah suatu kemenangan nasional, kemenangan bangsa Indonesia. Tetapi apabila kita tidak bisa menjaga ini (keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan), maka habislah sumber daya alam terakhir yang kita punya,” tutur Menteri Susi.

Menteri Susi mengungkapkan kebanggaannya terhadap sumber daya laut Indonesia yang sangat beragam dan berharga. Menurut Menteri Susi, sumber daya kelautan Indonesia ini sudah seharusnya dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia bukan pihak asing. Ia juga menuturkan, kebijakan KKP memberantas illegal fishing melalui berbagai kebijakan termasuk moratorium kapal asing sudah menunjukkan hasil yang baik dengan meningkatnya hasil tangkapan dan jumlah kapal-kapal lokal.

“Saya kemarin kedatangan bapak-bapak pemilik kapal dari Juwana.  Mereka berterima kasih. Katanya kalau tidak akibat aturan KKP, kapal mereka tidak mungkin sampai ke Arafura, sampai ke Merauke. Bangsa kita berkewarganegaraan Indonesia, kapalnya aslinya Indonesia, tidak bisa menangkap ikan di wilayah bagian timur NKRI. Kenapa bisa? Berarti ada kesalahan di situ. Makanya sekarang kita bikin aturan agar laut yang kaya itu tak lagi dikuasai asing,” cerita Menteri Susi.

Menteri Susi juga mengungkapkan keprihatinannya atas angka stunting indeks anak-anak Indonesia yang sangat tinggi. Berdasarkan data 2003-2013, stunting indeks anak-anak Indonesia mencapai 39%, di mana 1 dari tiga anak-anak Indonesia tumbuh kuntet. “Seperti tikus mati di lumbung padi. Ikan banyak, tapi anak-anak Indonesia tidak cukup tumbuh sehat,” kata Menteri Susi.

“Saya harap, Bapak dan Ibu semua konsisten dan tetap jaga integritas. Saya bangga dan senang dan bersyukur kita sempat menjaga ini sebelum habis,” tandas Menteri Susi. (hadi)

Comments are closed.