Foto: Net

Nawacitapost.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Industri, Digitalisasi, dan Inovasi Perancis Cristhophe Sirugue menandatangani perjanjian kerjasama atau Memorandum of Cooperation (MoC) di Bidang Pembangunan Kota Berkelanjutan antara Indonesia dan Perancis.

MoC ini akan menjadi dasar untuk perjanjian teknis antara ADEME (The Fench Environment and Energy Management Agency) dengan Dijten Cipta Karya dan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW).

MoC  tersebut diharapkan mampu menjadi sarana pertukaran informasi dan pengalaman antara kedua negara. Selain itu, perjanjian tersebut dapat mendukung program pembangunan kota hijau berkelanjutan yang sudah dicanangkan sejak 2014 sehingga mampu menarik minat investor dalam pengembangan kota berkelanjutan di Indonesia.

Setidaknya ada enam proyek yang akan dikerjakan pasca-penandatanganan MoC tersebut. Proyek-proyek itu antara lain Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Kobema Provinsi Maluku yang akan menghabiskan anggaran sebesar USD 74,3 juta, SPAM Jatigede di Jawa Barat dengan dana sebesar USD 167 juta, SPAM Durolis (Dumai, Rohil, Bengkalis) Provinsi Maluku dengan kebutuhan dana mencapai USD 33,4 juta, pengelolaan air limbah dengan dana mencapai USD 975 juta, serta pengembangan kota berkelanjutan dengan dana mencapai USD 61,1 juta.

Penandatanganan perjanjian ini dilaksanakan di Istana Negara Jakarta, Rabu (29/3/2017), disaksikan oleh Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Republik Perancis Francois Hollande. (rian)

Baca juga :  Rayakan Hari Raya Idul Adha, Kepala Rutan Balikpapan : Terpenting Kurban Hati dan Pikiran Kepada Pencipta