Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau IFEX 2017, di Ji-Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (11/3) pagi. (Foto: Istimewa)

Nawacitapost.com – Presiden Jokowi meminta maaf bila terjadi kekurangan blanko maupun keterlambatan proses pembuatan e-KTP. Menurut Jokowi, hal itu imbas dari masalah dugaan korupsi e-KTP yang melibatkan sejumlah politisi, pejabat, dan pengusaha.

“Kita mohon maaf karena masih ada problem seperti itu. Karena memang ya mestinya peralatannya harusnya crek, rampung, crek. rampung,” kata Presiden seraya menambahkan, bahwa proyek ini menghabiskan Rp 6 triliun namun jadinya sebuah KTP yang dulu berupa kertas saat ini plastik, hanya itu saja, sementara sistemnya dilupakan,” kata Jokowi kepada wartawan, usai membuka Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2017, di Ruang Semeru, Gedung Pusat Niaga, JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (11/3/2017).

Lanjut Jokowi, dengan ada masalah e-KTP ini maka di Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) sekarang semuanya menjadi ragu-ragu dan resah melakukan sesuatu karena takut. Hal ini karena di Kemendagri yang dipanggil ke KPK terkait kasus e-KTP itu ada 32 orang.

Dia mengakui kasus pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik atau e-KTP merupakan masalah besar. Ia menyebutkan, andai saja proses penerbitan e-KTP ini benar, jadi dan benar, akan bisa menyelesaikan banyak sekali masalah.

“Misalnya urusan paspor, bisa dipakai tanpa harus fotokopi KTP, urusan SIM, urusan perpajakan, urusan perbankan, urusan pilkada, pemilu semuanya,” katanya.

Kalau sistem e-KTP yang dibangun itu benar, tegasnya, maka ini sudah selesai. Namun, sekarang menjadi bubrah atau rusak semua gara-gara anggarannya dikorupsi.

“Saya hanya ingin ini diproses hukum yang benar. Saya yakin KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) bertindak profesional terhadap kasus ini,” ujarnya.

Jokowi menegaskan asas praduga tak bersalah untuk nama-nama yang dalam dakwaan disebut menerima aliran dana e-KTP. “Serahkan ke KPK,” tegasnya. (jar)

Baca juga :  Upacara Hari Pancasila, Menkumham Yasonna Laoly Kenakan Baju Adat Kutai Kartanegara