Menkumham Pertimbangkan Laporkan Orang Yang Sebut Dirinya Terima Aliran Dana e-KTP

1
146
Menkumham Yasonna H. Laoly Foto: Metrotv

Nawacitapost.com – Nama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly disebut menerima uang dugaan korupsi proyek pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk berbasis nomor Induk kependudukan secara nasional (e-KTP), sebesar USD 84 Ribu.

“Perbuatan para terdakwa juga memperkaya orang lain yaitu Yasonna Laoly sejumlah USD 84.000,” ungkap jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (9/3/2017).

Untuk diketahui, saat itu Yasonna merupakan anggota Komisi II DPR. Namun, jaksa tidak menjelaskan secara rinci terkait waktu penerimaan aliran dana tersebut.

Selain Yasonna, nama lainnya yang juga disebut dalam persidangan antara lain Gamawan Fauzi, Marzuki Alie, Setya Novanto, Anas Urbaningrum, Abdul Malik Haramain, dan Ganjar Pranowo. Seluruhnya ada 60 anggota DPR RI yang disebut menerima uang korupsi e-KTP. Namun baru 23 nama disebut dalam persidangan, sementara 37 lainnya belum disebutkan.

Menanggapi hal tersebut, Menkumham Yasonna H. Laoly sedang mempertimbangkan untuk melaporkan ke polisi orang yang menyebut ia pernah menerima uang korupsi e-KTP, atas tuduhan pencemaran nama baik.

“Coba buktikan bagaimana itu bisa ke tangan saya, pernah enggak sampai ke tangan saya? Kapan diserahkan, oleh siapa, di mana? Ini kan jelas mencemarkan nama baik saya,” ujar Yasonna, saat dihubungi wartawan, Kamis (9/3/2017).

Dia menegaskan, dirinya tidak pernah menerima aliran dana korupsi proyek e-KTP. “Saya fokus kerja. Semua orang tahu saya tidak senang cawe-cawe,” katanya.

Yasonna menjelaskan,  Fraksi PDIP awalnya memang menentang proyek e-KTP. Namun belakangan PDIP setuju karena program ini dirasa bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. “Program ini sebenarnya baik, eksekusinya yang tidak baik. Pelaksanaan tidak baik,” ujarnya.

Menurut Yasonna, hingga kini dirinya  belum membaca surat dakwaan yang telah beredar luas di masyarakat dan media sosial tersebut. Pasalnya dirinya saat ini fokus pada kegiatannya sebagai pembantu Presiden. “Aku belum liat tuh,” katanya.

Namun dia menduga isu ini sengaja digulirkan karena ada sekelompok orang yang ingin menjatuhkannya, karena saat ini dia sedang menjabat sebagai menteri.

“Ya, ini dihembuskan, mungkin karena kita sekarang ada jabatan,” ujarnya. (rian)

 

Comments are closed.