Menperin Yakin Kehadiran Industri 4.0 Tingkatkan Pertumbuhan Manufaktur Nasional

0
25
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)

 

Jakarta, NAWACITA– Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yakin, penerapan Making Indonesia 4.0 akan mendorong perbaikan dan revitalisasi sektor manufaktur Nasional.

Sektor manufaktur akan lebih berkembang atas kehadiran Industri 4.0. Ini akan membuka kesempatan untuk merevitalisasi dan mempercepat inovasi, penciptaan nilai tambah, serta peningkatan produksi, kualitas dan efisiensi, ujar Airlangga melalui keterangannya diterima di Jakarta, Selasa.

Ditahap pertama, maka akan berfokus pada lima sektor yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, dan elektronika.

Kelima sektor industri itu telah berkontribusi sebesar 60 persen untuk PDB, kemudian menyumbang 65 persen terhadap total ekspor, dan 60 persen tenaga kerja industri ada di lima sektor tersebut, imbuhnya.

Dengan diberlakukanya penerapan ini maka bisa mengurangi beban operasional di sektor industri sehingga membuka potensi produktifitas yang lebih besar.

Untuk memanfaatkan peluang ini, perlu didukung dengan penggunaan teknologi terkini dalam proses produksi, tuturnya.

Adapun lima teknologi utama yang menopang implementasi industri 4.0, yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, HumanMachine Interface, teknologi robotik dan sensor, serta teknologi 3D Printing. Penguasaan teknologi tersebut menjadi penentu daya saing industri.

Di era digital, aktivitas sektor manufaktur tidak lagi sekadar melibatkan mesin dalam proses produksinya.Saat ini, beberapa pabrikan sudah melompat lebih jauh, yakni memadukan dengan internet of things (IoT) atau kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang menjadi ciri dari industri 4.0.

Oleh karena itu, untuk mendukungnya, diperlukan jaringan internet dengan kecepatan tinggi, teknologi cloud, data center, security management dan infrastruktur broadband, sebut Airlangga.

Saat ini yang sudah dilakukan oleh pemerintah setelah meluncurkan Making Indonesia 4.0, antara lain memacu investasi untuk meningkatkan kapabilitas manufaktur dan pembangunan infrastruktur digital, mengikutsertaan industri kecil dan menengah (IKM) serta mendorong pembangunan pusat teknologi dan inovasi.

 

 

 

(Red: Daril, sumber Ant)

Tinggalkan Balasan