Menkumham Yasonna Laoly Sepakati Kerjasama Dengan Kementrian Kehakiman Jepang

0
104
Menkumham Yasonna H. Laoly menandatangi kerjasama dengan Kementrian Kehakiman Jepang.

 

Tokyo, NAWACITA– Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna Hamonangan Laoly menandatangani Memorandum Kerja Sama (MKS) dengan Kementerian Kehakiman Jepang.

Kerjasama dari ini bagian dari peningkatan hubungan kerjasama antara kedua belah pihak dalam masalah hukum dan Hak Asasi Manusia.

Penandatangan dilakukan di sela-sela Sidang ke 57 Asian Africa Legal Consultative Organization (AALCO) yang berlangsung di Tokyo, 8 hingga 12 Oktober 2018 di Kantor Kementerian Kehakiman Jepang, (10/10).

Kerjasama yang akan dilakukan meliputi sistem dan operasi terkait imigrasi, penanganan terhadap warga binaan dan penanganan institusional, pengembangan sistim hukum di bidang perdata dan komersial, promosi dan perlindungan ham serta kegiatan lainnya sesuai dengan kesepakatan  bersama.

Menteri Kehakiman Jepang Takashi Yamashita mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini  baru pertama dilakukan oleh Kementerian Kehakiman Jepang. Apalagi MoU ini dilaksaakan tepat pada peringatan 60 tahun  hubungan diplomatik antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang.

“Ini yang pertama bagi kami di Kementrian Kehakiman Jepang. Semoga MKS ini dapat mewujudkan sebuah hubungan yang lebih baik,” kata Takashi.

Selepas melakukan  penandatanganan MKS, kedua menteri melakukan pertemuan bilateral guna membahas tindak lanjut dari MKS tersebut, Menkumham juga mengucapkan selamat kepada Takashi Yamashita atas posisi barunya sebagai Menteri Kehakiman Jepang.

Tak lupa juga, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly mengucapkan selamat kepada Takashi yang baru menjabat sebagai Menteri Kehakiman Jepang. Dan tak lupa juga mengucapkan rasa terimakasih mewakili pemerintah Indonesia atas solidaritas pemerintah Jepang atas kepedulianya terhadap bencana yang terjadi di Indonesia.

“Saya berharap di bawah kepemimpinan anda hubungan bilateral ini akan berkembang secara positif. Menkumham juga mengucapkan terima kasih atas bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh Jepang atas bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, ” Jepang selalu menjadi yang terdepan dalam memberikan bantuan kepada Indonedia”, ujar Laoly.

Disamping itu dalam bantuan timbal balik, menkumham juga  berharap Indonesia dan Jepang dapat lebih mengintensifkannya melalui perjanjian Mutual legal Assistantce (MLA).

Menutup pertemuan Menkumham  mengucapkan terima kasih atas kerja sama yg telah terjalin selama ini, termasuk atas bantuan teknis yang telah diberikan JICA kepada Ditjen Kekayaan Intelektual (KI) dan Ditjen Peraturan Perundang Undangan  (PP) dan mendukung kesuksesan Jepang sebagai tuan rumah Kongres PBB tentang Pencegahan Kejahatan dan Peradilan Pidana, yang akan diadakan di Kyoto pada tahun 2020 mendatang.

 

 

 

(Red: Faiz, sumber Kemenkumham)

Tinggalkan Balasan