Masyarakat Riau Anugerahkan Jokowi Gelar Adat Datuk Seri Setia Amanah Negara

0
37

Pekanbaru NAWACITA – Disela kunjungannya ke Pekanbaru Provinsi Riau, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan penghargaan karena sejumlah kinerjanya terhadap pembangunan di wilayah Bumi Lancang Kuning itu.

Atas kerjanya tersebut, Jokowi menerima menerima gelar adat Datuk Seri Setia Amanah Negara dari masyarakat Melayu, Sabtu (15/12). Beberapa prestasi yang mendorong masyarakat memberikan gelar adat Datuk Seri Setia Amanah Negara kepada orang nomor 1 di Indonesia ini diantaranya adalah, keberhasilan Jokowi menyelesaikan masalah kebakaran hutan, pembangunan infrastruktur, hingga pengambilalihan pengelolaan Blok Rokan.
Penganugerahan gelar adat berlangsung di Balai Lembaga Adat Melayu Riau, Pekanbaru pada Sabtu (15/12) pagi.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Syahril Abu Bakar menyampaikan, beberapa hal yang menjadi latar belakang Jokowi mendapatkan gelar ini.

“Pertama, pemerintah mampu menyelesaikan masalah asap kebakaran hutan yang selama 17 tahun menyelimuti Riau. Sampai sekarang sudah tiga tahun tidak datang asap,” kata Syahril di depan Jokowi.

Kedua, lanjut Syahril, adanya Peraturan Presiden mengenai Pelaksanaan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) yang memberi kesempatan tanah ulayat disertifikasi. Berikutnya adalah Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2018 yang memberi peluang masyarakat adat Melayu mengambil peran dalam ambil peran atas hak hutan tanah yang telah diusahakan.

Syahril mengatakan, Pansus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau menemukan 1,8 juta hektare lahan sawit ilegal berada di hutan. Luas lahan sawit ilegal ini lebih besar daripada Hak Guna Usaha (HGU) yang diberikan pemerintah.

“Bukan tidak mungkin (nantinya) masyarakat ada ikut menikmati,” kata dia.

Selain itu, Syahril mengatakan, Jokowi juga berhasil mengambil Blok Rokan setelah hampir 100 tahun dikuasai oleh asing. Penguasaan ini membuka kemungkinan perusahaan daerah berpartisipasi untuk mengelola blok tersebut bersama Pertamina.

“Setelah 94 tahun, kami dapat kabar Blok Rokan kembali ke anak bangsa,” ujarnya.

Alasan lainnya adalah dimulainya sejumlah proyek strategis nasional di wilayah ini. Syahril mengatakan, infrastruktur yang diharapkan segera terbangun adalah tol Pekanbaru-Dumai yang dapat mempersingkat perjalanan yang selama ini memerlukan 8-10 jam.

“Dengan adanya tol, dua jam bisa sampai Dumai,” ujar dia.

Pada penganugerahan gelar adat tersebut dibacakan Surat Keputusan Lembaga Adat Melayu Nomor 33/LAMRIAU/XII/2018 disusul dengan penabalan gelar dan pemasangan selempang serta keris khas Melayu.

Usai prosesi penahbisan, Jokowi pun menyampaikan terima kasih atas pemberian gelar yang berlaku seumur hidup tersebut.

“Saya berterimakasih kepada masyarakat Riau yang telah mempercayakan kepada saya gelar tinggi dalam budaya Melayu, Datuk Sri Setia Amanah Negara, dan waktu saya tahu arti dari gelar itu saya cukup terkejut, karena maknanya sangat berat, dan rasanya sama dengan saat saya disumpah sebagai Presiden, “katanya dalam sambutan saat prosesi penambalan gelar, di Gedung LAM Riau, Pekanbaru, Sabtu (15/12).

Kepala negara juga meminta suku Melayu Riau berperan menjaga kerukunan dan persatuan mengingat keragaman merupakan modal besar bangsa dalam melangkah ke depan.

“Jangan sampai hilang juga kecintaan kita kepada tradisi bangsa,” kata Jokowi.

Mantan Walikota Solo yang sempat menjadi Gubernur DKI Jakarta tersebut juga memiliki beberapa kegiatan di Pekanbaru. Usai menerima gelar, Jokowi kemudian menuju Rumah Dinas Gubernur Riau untuk menyerahkan sertifikat Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

Selain itu ada dua agenda silaturahmi Jokowi, salah satunya bersama santri dan ulama di Pondok Pesantren Al-Kautsar, Pekanbaru.

Capres 2019 nomor urut 1 ini, diagendakan juga untuk menghadiri kirab budaya di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Pekanbaru dan ditutup deklarasi relawan dan simpatisan di Prime Park Hotel, Pekanbaru, untuk selanjutnya bertolak ke Provinsi Jambi.

Tinggalkan Balasan