Luncurkan ‘Sejajar’, Siswa Putus Sekolah di Jabar Bisa Lanjutkan Pendidikan

0
34

Bandung NAWACITA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan tingkat menengah dan layanan khusus. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menerapkan program “Sekolah Jabar Juara” atau disingkat Sejajar, bagi masayarakat Jabar.

Program yang resmi diluncurkan oleh Wakil Gubernur Jabar, UU Ruzhanul Ulum ini, anak-anak usia sekolah yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA/SMK atau sederajat di Jawa Barat bisa kembali mengenyam bangku pendidikan.

Wagub Uu resmi meluncurkan program Sejajar di Hotel Holiday Inn, Jalan Dr Djunjunan 96, Kota Bandung, Rabu (19/12/18).

Dalam sambutannya UU menyampaikan, pendidikan adalah salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui Sejajar, kata Uu, Pemprov Jabar berharap bisa menjadi solusi bagi anak-anak usia sekolah di Jawa Barat yang belum mengenyam pendidikan khususnya untuk tingkat SMA/SMK atau sederajat.

“Mudah-mudahan (Sejajar) salah satu solusi tentang permasalahan pendidikan di Jawa Barat dengan program Sejajar, bisa teratasi, bisa terantisipasi. Tidak ada lagi anak-anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan,” kata Uu.

Ia juga berharap masyarakat Jawa Barat-dengan adanya program “Sejajar” ini bisa menjadi orang yang berilmu yang mampu sukses dunia dan akhirat, dan juga mampu membawa kebaikan bagi masyarakat yang lainnya.

Dikesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Ahmad Hadadi menyampaikan saat ini sudah ada 300-an sekolah yang ditunjuk untuk Sejajar. Ia mengatakan, bagi masyarakat yang mempunyai atau menemukan anak usia sekolah tapi belum bersekolah, bisa mendaftar ke sekolah yang ditunjuk tersebut.

“Daftarnya bisa lewat ke sekolah yang ditunjuk. Di masing-masing kabupaten/kota ada, sekarang lebih dari 300 sekolah yang ditunjuk,” kata Ahmad Hadadi.

Kadisdik juga melaporkan, jumlah siswa yang telah mengikuti Sekolah Jabar Juara diantaranya untuk program SMK PJJ mencapai hampir 50 ribu siswa.

“Siswa kami di 2017 ada 34 ribu sekarang ada 15 ribu. Jadi, sekarang sudah ada hampir 50 ribu peserta didik Sekolah Jabar Juara,” ujar Ahmad Hadadi.

Ia menyampaikan, tahun 2019, Disdik Jabar akan memberikan beberapa beasiswa, diantaranya untuk dua kategori, yaitu untuk putra/putri daerah yang berprestasi dengan besaran S-1 Rp 25 juta, S-2 Rp 35 juta dan S-3 50 juta, dan untuk para penghafal kitab suci termasuk di dalamnya penghafal Al Quran dengan nilai S-1 Rp 25 juta, S-2 Rp 35 juta, dan S-3 50 juta,

Selain itu, lanjutnya, pada 2019 nanti, Disdik Jabar juga memiliki program Ajengan Masuk Sekolah (AMS). Program ini, kata Kadisdik, merupakan pendidikan penguatan karakter.

Ia menambahkan, ada pula program pesantren kilat bagi para siswa SMA/SMK di seluruh Jawa Barat, khusus untuk bulan suci Ramadhan yang akan digelar langsung di pondok pesatren yang ada di Jabar.

“Ini bagian dari penguatan pendidikan karakter yang ditekankan oleh Bapak Presiden kita, sehingga diharapkan putra-putri kita, para peserta didik kita memiliki karakter cerdas, berilmu pengetahuan dan teknologi, dan juga religius memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehat lahir bathin dan berakhlak mulia,” tutuprnya.

Tinggalkan Balasan