Kurangi Plastik, Ritel di Bekasi Bakal Terapkan Kantong Berbahan Singkong

0
43

Bekasi NAWACITA – Pemerintah Kota Bekasi mulai giat mensosialisasikan ramah lingkungan kepada masyarakatnya. Salah satunya dilakukan dengan meminta seluruh retail tak lagi memakai kantong plastik mulai Januari nanti.

Kepala Bidang Penanganan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Bekasi, Kiswati mengatakan, saat ini Pemkot Bekasi telah mengeluarkan peraturan walikota (perwali) nomor 61 tahun 2018 tantang pengurangan penggunaan kantong palstik.

Kiswati menjelaskan, rencana penerapan perwali tersebut dijadwalkan dimulai Januari 2019 mendatang. Sebelumnya, pemerintah bakal melakukan kampanye dan sosialisasi terlebih dahulu dengan menggandeng perusahaan ritel agar kebijakan tersebut dapat berjalan baik.

“Jadi saat ini kita sudah punya perwal terkait larangan kantong plastik, kita sedang langkah persiapan bagaimana mengkampanyekan dan sosialisikan perwal tersebut,” kata Kiswati di Bekasi, Rabu, (12/12 ).

Sebagai gantinya, pemerintah menyarankan menggunakan kantong ramah lingkungan yang bahannya dari singkong, bukan plastik.

Kiswati menjelaskan, kantong ramah lingkungan memiliki material yang berbeda dengan kantong plastik. Terbuat dari bahan baku singkong dan jagung dengan menerapkan sistem biodegradable.

“Jadi kantong itu mudah terurai dan ramah lingkungan karena terbuat dari bahan tepung singkong dan tepung jagung,” jelas dia.

Saat ini, pihaknya juga masih menyusun stategi agar perusahaan ritel dapat bekerjasama dengan Pemkot Bekasi untuk menyediakan kantong plastik ramah lingkungan. Sebab, dilihat dari segi harga, kantong ramah lingkungan jauh lebih mahal dibanding kantong plastik.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jumhana Lutfi, saat ini Pemkot Bekasi masih melakukan sosialisasi pengurangan penggunaan kantong plastik tersebut ke sejumlah retail.

“Kita sarankan pakai biodegradable. Semacam kantong plastik juga tapi mudah hancur. Terbuat dari singkong,” kata Lutfi.

Untuk penggunaan kantong plastik biodegradable, lanjut dia, akan dikenai tarif. Namun Lutfi tidak menjelaskan secara detail soal besaran tarif. Meski demikian, dia mengatakan sudah ada MoU antara Pemkot Bekasi dan para pengusaha untuk beralih menggunakan kantong biodegradable.

Tinggalkan Balasan