KPK Sebut Daerah Lain Juga Mau Ikut ‘Rayakan’ OTT Bupati Seperti di Cianjur

0
29
Saut Situmorang (Wakil ketua KPK) | Sumber foto: fin.co.id

Jakarta, NAWACITA– KPK atau (Komisi Pemberantasan Korupsi) menyatakan banyak masyarakat di daerah lain yang ingin menggelar ‘pesta’ seperti yang dilakukan warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang meminta maaf karena pihaknya belum bisa membuat warga di daerah lain membuat perayaan seperti yang dilakukan oleh warga Cianjur.

Saut Situmorang mengatakan pihaknya belum bisa memenuhi keinginan masyarakat di daerah lain untuk menggelar syukuran seperti yang ada di Cianjur karena keterbatasan penyidik. Menurutnya, penambahan jumlah personel memungkinkan pihaknya menjerat kepala daerah lain yang terbukti melakukan korupsi.

“Sebenarnya kondisi di mana masyarakat ingin menggelar ‘pesta’ itu ada di beberapa tempat atau daerah,” kata Saut saat dikonfirmasi, Jumat (14/12).

Seperti di yang ketahui, sebelumnya ribuan warga Cianjur tumpah ruah memenuhi alun-alun dan halaman pendopo untuk merayakan penetapan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar sebagai tersangka setelah sebelumnya diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT), warga menggelar syukuran dan makan bersama untuk merayakan penangkapan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar oleh KPK.

“KPK belum bisa memenuhi keinginan masyarakat lebih banyak lagi untuk ‘berpesta’. Karena keterbatasan petugas KPK,”

Saking ramainya, acara syukuran itu lebih menyerupai sebuah festival. Mereka bahkan sempat mendobrak pagar pendopo untuk sekadar mengambil foto sambil bersuka cita. Beruntung, tak ada kericuhan sehingga situasi tetap kondusif. Warga yang datang ke acara tersebut pada umumnya bersama keluarga dan sanak saudara.

“Datang ke sini gara-gara lihat di grup WA (WhatsApp) ada liwetan di alun-alun menggelar syukuran OTT KPK. Saya apresiasi banget hasil tersebut,” kata seorang warga, Ulfah Wahyuni kepada CNN Indonesia TV, pada Jumat (14/12).

Beberapa kebijakan yang dianggap bermasalah oleh warga pada umumnya berada di sektor pendidikan, kesehatan, dan agama. Menurut warga, banyak kebijakan yang dibuat oleh Pemkab Cianjur memicu kontroversi.

Kader Partai NasDem ini diduga memotong DAK Pendidikan sebesar 14,5 persen dari total Rp46,8 miliar. Irvan ditangkap melalui OTT atas dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur Tahun 2018.

Irvan membantah telah korupsi, namun hanya lalai dalam tugas. Irvan sendiri telah meminta maaf atas kelalaiannya sehingga terjadi korupsi DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman. akan menjabat sebagai pelaksana tugas bupati Cianjur. Untuk mengisi kekosongan kursi Bupati Cianjur yang ditinggalkan Irvan karena terjerat kasus korupsi.

 

(Sumber Ist)

Tinggalkan Balasan