KPK Akan Buktikan Aliran Dana Kasus proyek PLTU Riau Masuk ke Munaslub Golkar

0
40
Gedung KPK

Jakarta, NAWACITA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana untuk membeberkan bukti soal aliran uang ke Munaslub Golkar terkait kasus Eni Maulani Saragih dalam proyek PLTU Riau-1.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Dirinya mengungkapkan bahwa Eni telah memberikan keterangan kepada penyidik soal aliran dana ke Munaslub Golkar.

“Semua orang boleh menyanggah, boleh membantah, tapi nanti akhirnya di pembuktian. Karena si Eni sendiri ketika ditangkap yang bersangkutan menjabat bendahara untuk penyelenggara. Ya memang kita nggak bisa memisahkan uang Eni, karena yang nerima Eni. Digunakan untuk apa saja yang jelas dia bendahara dan yang bersangkutan sudah menyampaikan salah satunya digunakan untuk Munaslub,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu, Kamis (31/8).

Eni sebelumnya membenarkan soal aliran duit senilai Rp 2 miliar untuk Munaslub Golkar dari Johannes Kotjo yang juga merupakan tersangka dalam kasus ini. Dia juga telah mengembalikan duit Rp 500 juta kepada KPK.

Selain itu, pengacara Eni, Robinson menyatakan kliennya itu punya bukti aliran dana. Bukti itu juga disebutnya telah diberikan kepada KPK.

Dalam pengembangan penyidikan perkara, KPK menetapkan Idrus Marham sebagai tersangka. Dia diduga menerima janji yang sama dengan Eni yakni USD 1,5 juta dari Kotjo bila proyek PLTU Riau-1 jadi dikerjakan perusahaan Kotjo.

Mantan Ketum Golkar Setya Novanto, juga diperiksa penyidik dalam kasus ini. Saat ditanya soal aliran uang Rp 2 miliar itu, Novanto mengaku tahu. Namun, Ketum Golkar Airlangga Hartarto membantah soal aliran duit itu.

 

(Red: Bee, sumber TS)

Tinggalkan Balasan