Korban Tewas Gempa Palu-Donggala Telah Mencapai 1.234 orang

0
250
Evakuasi korban gempa oleh tim basarnas. (Foto: Tribun)

Jakarta, NAWACITA– Korban akibat gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah terus bertambah setelah team evakuasi melakukan penyelamatan dan penemuan dari bekas-bekas puing reruntuhan bangunan.

Hingga hari ini, korban meninggal dunia hingga Selasa siang (2/10) pukul 13.00 WIB telah mencapai 1.234 orang.

“Korban berasal dari Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers terkait penanganan gempa dan tsunami Sulawesi Tengah di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (2/10).

Sutopo menegaskan bahwa korban tewas dimungkinkan akan bertambah mengingat masih banyak masyarakat yang mencari dan belum menemukan anggota keluarganya.

Misalnya, pada pukul 14.00 WIT, tim pencarian dan pertolongan kembali menemukan 46 korban gempa dan tsunami. Sebanyak 31 orang diantaranya selamat dan 15 orang meninggal dunia.

“Kami kembali meminta media dan masyarakat untuk mengacu pada angka korban meninggal dunia dari BNPB yang berasal dari posko induk,” tuturnya.

Sutopo mengatakan angka korban meninggal dunia yang disampaikan BNPB adalah korban yang sudah dan sedang dalam proses identifikasi. Identifikasi korban dilakukan secara cepat, yaitu dengan memotret wajah dan tanda-tanda khusus lainnya, untuk kemudian segera dimakamkan.

“Korban meninggal dunia disebabkan gempa terutama reruntuhan bangunan dan terjangan tsunami. Sebagian sudah dimakamkan setelah diidentifikasi,” katanya.

Gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) yang telah dimutakhirkan oleh BMKG menjadi 7,4 SR mengguncang wilayah Palu dan Donggala pada Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB.

 

 

(Red: Juan, sumber TS/Ist).

Tinggalkan Balasan