Komisi X DPR Berhasil Perjuangan Guru THK II jadi CPNS

0
34

Jakarta NAWACITA – Nasib guru honorer di negeri ini terus diperjuangkan. Janji pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib guru THK (tenaga honor katagori) II yang tak lolos seleksi CPNS (calon pegawai negeri sipil) dikejar terus oleh Komisi X DPR RI.

Hasilnya, Komisi X DPR RI berhasil melakukan koordinasi politik kepada pemerintah agar menyelesaikan tuntutan Guru THK-II untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra mengatakan pihaknya berkomitmen terhadap nasib guru dan terus menyuarakan aspirasi Guru Tenaga Honorer K-II (THK-II) yang telah mengabdi puluhan tahun, tetapi tidak mendapatkan perhatian dari negara.

Sutan menuturkan, pihaknya menilai, dalam menangani masalah ini, tidak hanya bisa memperhatikan aspek kualifikasi akademik semata dalam proses seleksi dan pengangkatan CPNS bagi Guru THK-II. Namun yang lebih mendalam, kata dia, adalah aspek pengabdian yang sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi dan mencerdaskan anak bangsa tanpa rasa lelah.

“Sudah sewajarnya kita bisa mengedepankan jasa dan pengabdian guru honor selama ini untuk mendapatkan hak nya sebagai pertimbangan sosial,” tegas Sutan di Gedung DPR RI, Senayan, dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Rapat menyepakati seluruh THK-II di Tanah Air. DPR RI dan pemerintah sepakat menyelesaikan Guru THK-II sejumlah 150.669 orang dan memberikan kesempatan kepada THK-II yang tidak lulus seleksi CPNS 2018  untuk dapat mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja berdasarkan PP 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang akan dilakukan dengan mekanisme seleksi khusus.

“Kami juga berhasil memberi batasan waktu bagi pemerintah untuk menyelesaikan masalah pengangkatan THK-II yang telah memenuhi syarat sampai dengan bulan Maret 2019 diangkat menjadi CPNS, agar masalah ini jangan terlalu lama untuk diselesaikan,” jelas Sutan.

Sedangkan mengenai Guru Honor yang belum memenuhi syarat S1 diberikan kesempatan untuk menjadi PPPK dengan mengacu peraturan perundang-undangan lainnya.

“Saya berharap untuk kemajuan kualitas pendidikan ke depan, semoga penyelesaian pengangkatan guru honor K-II ini dapat dilakukan seadil adilnya dan secepat mungkin,” harap Sutan.

Diketahui, THK-II yang memenuhi kualifikasi S1 dan berusia di bawah 35 tahun sejumlah 12.883 orang mengikuti seleksi CPNS yang apabila lulus akan diangkat sebagai PNS. Lalu, THK II yang memenuhi kualifikasi S1 dan berusia di atas 35 tahun sejumlah 69.533 orang, 74.794 orang belum memenuhi kualifikasi S1.

 

Tinggalkan Balasan