Kominfo: Hoaks Gempa-Tsunami Palu Beredar Luas, Termasuk Aksi Cepat Tanggap FPI

0
46

Jakarta, NAWACITA– Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak Sabtu (29/09) kemarin menemukan konten negatif yang beredar di jaringan internet baik melalui situs maupun media sosial dan platform chatting.

Hal ini dilakukan oleh Kominfo atas beredarnya berbagai info hoaks pasca Pascabencana gempa bumi dan tsunami di wilayah Donggala, Palu dan Mamuju, Sulawesi Tengah.

Adapun konten hoaks yang beredar diberbagai media sosial yaitu

  1. Gambar hoaks Bendungan Bili-Bili di Kab. Gowa Retak. Fakta dilapangan, bendungan Bili-bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek Mamuju Gowa.
  2. Gambar hoaks Korban Musibah, faktanya foto yang digunakan tersebut adalah foto kejadian gempa tsunami aceh 26 Desember 2004 yang disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban gempa tsunami Palu.
  3. Hoaks Walikota Palu Meninggal, faktanya Walikota Palu Hidayat tidak meninggal dan kini turut melakukan tanggap daruraty gempabumi di Palu, Sulawesi Tengah.
  4. Hoaks Gempabumi Susulan, faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB)
  5. Hoaks Gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7.7, faktanya dalam gambar ini adalah relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi.
  6. Gambar hoaks Mayat yang minta gempa, faktanya gambar itu diambil dari kejadian di Sungai Siak Pekanbaru, Riau
  7. Gambar hoaks 2 Oktober terjadi Gempa bumi Lagi, faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB)
  8. Hoaks penerbangan gratis dari Makasar menuju Palu gratis bagi keluarga korban, faktanya Pesawat Hercules TNI AU menuju ke Palu diutamakan membawa bantuan logistik, paramedis, obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat.

Pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak, serta pasien ke Makasar.

Kementerian Kominfo mengimbau agar seluruh masyarakat tidak mudah mempercayai  dan menyebarluaskan informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya atau tidak jelas sumbernya.

Jika ada informasi yang diduga mengandung hoaks, masyarakat dapat melaporkannya melalui laman aduankonten.id, email aduankonten@kominfo.go.id  atau mention ke akun twitter @aduankonten.

 

 

 

(Red: Juan, sumber Rilis Kominfo)

Tinggalkan Balasan