Keuangan BPJS Kesehatan Defisit, Ini Reaksi Presiden Jokowi

0
187
Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan pers kepada awak media.

 

Jakarta, NAWACITA–  Presiden Joko Widodo mengingatkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk segera mengevaluasi kinerja yang menyebabkan terjadinya defisit keuangan. Dalam beberapa tahun terakhir, BPJS harus menunggak pembayaran ke ribuan rumah sakit di Indonesia.

“Manajemen BPJS Kesehatan harus memiliki internal yang baik. Jika tidak, maka terjadi defisit. Apalagi mengurus ribuan rumah sakit di Indonesia tidak mudah,“ kata Presiden dalam Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) di Jakarta Cenvention Center, Rabu (17/10).

Dalam menutupi defisit tersebut, Pemerintah harus mengeluarkan dana sebesar Rp4,9 triliun dari dana cadangan APBN 2018.

Dana itupun masih belum mencukupi dari defisit keuangan yang hadapi oleh BPJS Kesehatan.

“Itu masih kurang. Harus ada manajemen sistem yang jelas sehingga rumah sakit mendapat kepastian pembayaran,” tuturnya.

Presiden mengatakan defisit JKN tidak terjadi seketika, tetapi merupakan imbas dari beberapa waktu sebelumnya.

Karena itu, Presiden berharap BPJS Kesehatan segera melakukan pembenahan pengelolaan sehingga defisit keuangan program JKN tidak kembali terulang.

“Seharusnya permasalahan ini bisa diselesaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan dan Menteri Kesehatan. Masa urusan rumah sakit sampai ke Presiden,” katanya.

 

 

(Red: Bee, sumber Ant)

Tinggalkan Balasan